Resti Amalia Universitas Pamulang

Teknologi informasi telah membawa kita ke dalam era yang belum pernah ada sebelumnya.
Semua yang kita butuhkan kini hanya sejauh ketukan jari saja. Informasi, hiburan, hingga
koneksi sosial tersedia dalam hitungan detik. Namun, di balik kenyamanan ini, ada masalah
besar yang sekiranya perlahan menjadi norma: kita mulai kehilangan kendali atas waktu,
perhatian, dan bahkan kehidupan kita sendiri.
Pernahkah kita menyadari berapa jam dalam sehari yang dihabiskan untuk menelusuri media
sosial, menonton video pendek tanpa akhir, atau sekadar mengecek notifikasi? Dalam kesibukan
yang seolah produktif, sering kali kita tidak sadar bahwa kita sebenarnya sedang menjadi produk
dari teknologi yang kita gunakan. Perusahaan besar menciptakan aplikasi dan platform yang
dirancang untuk menarik perhatian kita selama mungkin, karena perhatian adalah mata uang
baru.
Ironisnya, inovasi yang awalnya diciptakan untuk meningkatkan kualitas hidup kita kini justru
menciptakan lingkaran kecanduan yang sulit dihindari. Kita terjebak dalam perlombaan tanpa
garis akhir: mencari validasi dari like dan komentar, menelusuri tren yang berubah setiap detik,
hingga berlomba menjadi yang tercepat dalam merespons segala sesuatu.
Tentu, teknologi bukanlah musuh. Ia adalah alat yang hebat, tetapi hanya jika kita mampu
menggunakannya secara bijaksana. Tantangan terbesar kita hari ini bukanlah menciptakan
teknologi yang lebih maju, tetapi menemukan cara untuk mengelolanya tanpa kehilangan kendali
atas kehidupan kita.
Mungkin inilah saatnya untuk berhenti sejenak, merenungkan kembali hubungan kita dengan
teknologi, dan bertanya: apakah kita yang mengendalikan teknologi, atau sebaliknya? Di tengah
semua inovasi yang terus bermunculan, refleksi ini menjadi lebih penting dari sebelumnya.
Sebab, teknologi seharusnya mempermudah hidup kita, bukan sebaliknya mengambil alih
kehidupan kita.

NO. Wa Penulis : 0813-8121-6135

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *