Nama Penulis: Muhammad Ilham, Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Pamulang.
Sebagai sebuah sistem, pengenalan wajah memiliki potensi yang sangat kuat untuk memberikan kemudahan dan keamanan dalam berbagai situasi, seperti pengamanan akses fisik, pemantauan keamanan di tempat umum, dan bahkan pengejaran kriminal. Namun, seperti teknologi lainnya, penggunaan sistem pengenalan wajah juga memunculkan berbagai masalah dan risiko.
Salah satu masalah utama dari sistem pengenalan wajah adalah risiko privasi. Informasi tentang wajah seseorang dapat mengandung banyak informasi pribadi, seperti identitas, agama, jenis kelamin, dan ras. Jika data ini disalahgunakan atau bocor, dapat menyebabkan kerugian dan risiko bagi individu yang terkena dampaknya.
Selain itu, sistem pengenalan wajah juga sering terbukti tidak akurat dalam mengenali wajah. Ini terutama terjadi pada orang yang memiliki perbedaan fisik atau kulit yang signifikan, seperti orang kulit hitam, orang Asia, dan wanita. Jika sistem pengenalan wajah digunakan dalam situasi di mana akurasi sangat penting, seperti dalam pengambilan keputusan hukum atau keamanan, kekeliruan dapat berakibat fatal dan merugikan banyak orang.
Oleh karena itu, perlu ada perhatian yang sangat hati-hati dalam penggunaan sistem pengenalan wajah dan juga peraturan yang ketat dalam perlindungan privasi dan penggunaannya yang benar. Teknologi ini harus diterapkan dengan bijaksana dan dalam konteks yang tepat, sehingga manfaatnya dapat diperoleh tanpa membahayakan privasi dan hak individu.

Gambar Ilustrasi: Teknologi Pengenalan Wajah.
Sumber Gambar: https://sindikasi.republika.co.id/berita/qmjrdz368/intel-umumkan-sistem-realsense-id-untuk-pengenalan-wajah
Noted : Penulis bertanggung jawab atas isi artikelnya