Nama Penulis : Wardah Oktafiani , Mahasiswi Teknik Informatika Universitas Pamulang

Teknologi AI (Artificial Intelligence) atau kecerdasan buatan semakin berkembang pesat dan telah banyak digunakan dalam berbagai industri. Salah satu bidang yang dapat memanfaatkan potensi AI adalah keamanan cyber. Keamanan cyber menjadi semakin penting karena semakin banyaknya kegiatan bisnis dan aktivitas pribadi yang dilakukan secara online.
Dalam beberapa tahun terakhir, serangan cyber semakin meningkat dan semakin berbahaya. Karena itu, diperlukan langkah-langkah untuk meningkatkan keamanan cyber, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi AI. Teknologi AI dapat membantu mengidentifikasi ancaman keamanan cyber dengan lebih akurat dan cepat.
Dalam era digital yang semakin berkembang, keamanan siber menjadi semakin penting untuk dipertimbangkan. Data sensitif, informasi keuangan, dan informasi pribadi lainnya dapat dengan mudah diretas dan disalahgunakan oleh peretas yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, perusahaan dan organisasi di seluruh dunia sedang mencari cara untuk meningkatkan keamanan siber mereka.
Salah satu solusi yang sedang menjadi sorotan adalah penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau AI (Artificial Intelligence). Dalam konteks keamanan siber, AI dapat membantu mengidentifikasi dan mencegah serangan siber sebelum mereka terjadi. AI dapat memantau jaringan dan sistem keamanan untuk mendeteksi pola yang mencurigakan atau aktivitas yang tidak biasa. Kemudian, AI dapat memberikan peringatan kepada administrator jaringan dan mengambil tindakan preventif.
Salah satu contoh penggunaan teknologi AI dalam keamanan siber adalah di sektor perbankan. Bank-bank besar seperti JPMorgan Chase, Citigroup, dan Wells Fargo menggunakan sistem keamanan AI untuk memantau aktivitas perbankan yang mencurigakan dan mencegah pencurian identitas dan penipuan keuangan lainnya. Dalam satu studi, Bank of America melaporkan bahwa mereka dapat mengurangi jumlah insiden keamanan dengan 30 persen dengan menggunakan teknologi kecerdasan buatan.
Salah satu cara AI dapat digunakan adalah dengan memantau dan menganalisis aktivitas pengguna dan perangkat mereka untuk mendeteksi perilaku yang mencurigakan. Dalam hal ini, AI dapat mempelajari perilaku pengguna dan membuat profil perilaku normal mereka. Kemudian, ketika perilaku mencurigakan terdeteksi, AI dapat memberikan peringatan atau bahkan mengambil tindakan pencegahan secara otomatis.
Selain itu, teknologi AI juga dapat membantu dalam pengembangan sistem keamanan cyber yang lebih kuat. AI dapat mempelajari pola serangan dan mencari kelemahan dalam sistem keamanan untuk memberikan solusi yang lebih baik.
Menurut laporan dari MarketsandMarkets, pasar keamanan siber yang digerakkan oleh AI diperkirakan akan mencapai nilai US $38,2 miliar pada tahun 2026. AI dapat membantu dalam beberapa cara untuk melindungi perusahaan dari serangan siber.
Pertama, AI dapat digunakan untuk mendeteksi serangan siber yang belum teridentifikasi sebelumnya. Karena AI dapat belajar dan memahami pola-pola perilaku, mereka dapat membantu untuk mengenali serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan menangani serangan dengan lebih cepat.
Kedua, AI juga dapat membantu dalam mengurangi jumlah kesalahan manusia. Banyak serangan siber terjadi karena kesalahan manusia, seperti membuka email yang mencurigakan atau mengklik tautan yang tidak aman. AI dapat membantu dalam mendeteksi email phishing atau tautan yang tidak aman, sehingga pengguna tidak mengkliknya.
Ketiga, AI juga dapat membantu dalam menjaga kerahasiaan data. Dalam era digital, banyak perusahaan memiliki data sensitif yang harus dijaga dengan baik. AI dapat membantu untuk memantau dan mencegah akses yang tidak sah ke data sensitif tersebut.
Namun, perlu diingat bahwa teknologi AI juga memiliki kelemahan dan tantangan. Salah satu tantangan terbesar adalah ketidakmampuan AI untuk memahami konteks atau makna sebenarnya dari kata-kata atau tindakan manusia. Oleh karena itu, perlu ada kerja sama antara teknologi AI dan manusia dalam mengelola keamanan cyber.
Dalam kesimpulannya, penggunaan teknologi AI dalam meningkatkan keamanan cyber memiliki potensi yang besar dan harus dieksplorasi lebih lanjut. Namun, perlu diingat bahwa teknologi AI bukanlah solusi tunggal untuk masalah keamanan cyber, dan harus diintegrasikan dengan strategi keamanan lainnya untuk menciptakan sistem keamanan yang lebih kuat. Namun, implementasi teknologi ini perlu dilakukan dengan hati-hati dan memperhatikan aspek keamanan. Dengan demikian, AI dapat menjadi alat yang efektif dalam melawan ancaman cyber di era digital.
Note : Penulis bertanggung jawab atas semua isi tulisannya
Bagaimana cara kirim opini nya? Tolong kasih tau saya juga mahasiswa unpam
bisa ke 088210433859