Pada hari pertama, 26 September 2024, kelompok 5 Kerja Praktek dari Prodi Teknik Informatika Universitas Pamulang sistem memulai kegiatan diskusi dengan tim Human Resources Development (HRD) PT. Selaras Lawang Sewu tim Kerja Praktek ini beranggotakan 3 orang yaitu: Mario Jody Caesar, Muhamad Anggi Saputra, dan Sogi Efriansyah. Diskusi ini bertujuan untuk memahami kebutuhan dan permasalahan terkait sistem absensi manual yang selama ini digunakan oleh perusahaan. Dalam pertemuan tersebut, HRD menyampaikan berbagai kendala, termasuk potensi manipulasi data, ketidakakuratan lokasi presensi, dan inefisiensi proses manual.

Setelah memahami kebutuhan, tim pengembang memulai tahapan perancangan sistem secara bertahap. Perancangan ini dijadwalkan berlangsung selama 10 minggu dengan setiap minggunya berfokus pada tahapan tertentu. Minggu pertama dan kedua digunakan untuk analisis kebutuhan serta pengumpulan data, termasuk data karyawan dan lokasi kerja. Pada minggu ketiga hingga kelima, tim memulai proses pemodelan sistem menggunakan metode Waterfall, yang meliputi pembuatan diagram alur kerja, pengembangan basis data wajah karyawan, dan integrasi teknologi geoforcing.


Pada minggu keenam dan ketujuh, tim melanjutkan dengan implementasi awal sistem, seperti pengembangan algoritma pengenalan wajah dan pengintegrasiannya dengan modul geoforcing. Setiap komponen sistem diuji secara terpisah untuk memastikan keakuratan dan keandalannya. Minggu kedelapan dan kesembilan diisi dengan pengujian sistem secara keseluruhan, termasuk simulasi presensi untuk memastikan bahwa sistem mampu mencatat kehadiran secara otomatis hanya di lokasi kerja yang ditentukan.

Puncaknya, pada minggu kesepuluh, tim mempresentasikan prototipe sistem kepada tim HRD. Dalam presentasi ini, dijelaskan bagaimana sistem mampu mengidentifikasi wajah karyawan dengan cepat dan akurat, serta memverifikasi lokasi kehadiran menggunakan geoforcing. Prototipe juga dilengkapi dengan fitur analisis pola kehadiran menggunakan algoritma K-Means Clustering, yang memberikan wawasan bagi manajemen untuk membuat kebijakan yang lebih efektif.

Diskusi selama presentasi berlangsung interaktif. HRD memberi masukan terkait pengalaman pengguna, potensi kendala teknis, dan skenario implementasi di berbagai kondisi kerja. Tim menerima masukan ini sebagai bahan untuk pengembangan lebih lanjut sebelum sistem diimplementasikan secara penuh.

Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada tanggal 25 Oktober 2024, selama 10 minggu ini berjalan sesuai rencana dengan kolaborasi yang baik antara tim dan HRD. Sistem ini diharapkan mampu menjadi solusi yang efektif untuk mengatasi kendala presensi manual, meningkatkan efisiensi operasional, dan mendukung transparansi serta akuntabilitas dalam manajemen kehadiran karyawan di PT. Selaras Lawang Sewu.
Sebagai langkah selanjutnya, perusahaan dan tim pengembang berkomitmen untuk melakukan pemeliharaan dan pengembangan sistem secara berkelanjutan guna memastikan sistem dapat memenuhi kebutuhan perusahaan dalam jangka panjang.