Nama Penulis : Shairul Annam, Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Pamulang

Sebagian besar dari kita mungkin sudah tidak asing dengan fitur dari perangkat Apple yang bernama SIRI ataupun asisten pribadi pintar yang dikembangkan oleh perusahaan internasional Google yaitu Google Assistant. Tapi sebagian besar masih asing dengan istilah Artificial Intelligence atau Kecerdasan Buatan. Padahal tanpa sadar kita sudah sering berinteraksi dengan Artificial Intelligence itu sendiri.

Artificial Intelligence atau Kecerdasan Buatan merupakan sebuah teknologi yang dapat mensimulasikan  kecerdasan yang dimiliki manusia sehingga teknologi kecerdasan buatan dapat melakukan pekerjaan umum yang biasanya dikerjakan manusia dengan tingkat akurasi yang cukup tinggi.

Kecerdasan buatan sendiri memerlukan data-data yang akan dikelola sebagai bahan pembelajaran agar sistem dapat bekerja layaknya manusia. Nantinya data-data ini akan dijadikan sebagai pengetahuan dan pengalaman agar pekerjaan yang dilakukan semakin membaik setiap waktunya.

Artificial Intelligence dalam kehidupan sehari-hari

Di era perkembangan tekologi yang semakin canggih ini, interaksi antar manusia dengan artificial intelligence sudah tidak dapat dipisahkan lagi, bahkan mungkin setiap aktivitas yang kita lakukan sudah memanfaatkan sistem kecerdasan buatan.

Sebagai contohnya ketika kita ingin melakukan perjalanan ke suatu tempat maka kita akan membuka aplikasi Google Maps, disana kita dapat melihat kondisi jalan yang akan kita lalui apakah dijalan tersebut terjadi kemacetan atau tidak. Penentuan kondisi jalan tersebut dilakukan oleh sistem kecerdasan buatan yang sudah ditanamkan ke dalam sistem dari Google Maps.

Contoh lainnya yaitu ketika kita mengatur sistem kunci layar perangkat pintar yang kita miliki dengan face recognition/pendeteksi wajah untuk membuka kunci layar. Disana secara tidak sadar kita sedang menggunakan sistem kecerdasan buatan untuk membuka kunci layar perangkat yang sudah mengenali wajah dari pemilik perangkat pintar tersebut.

Di masa pandemi ini, Kita juga mungkin sering melihat kamera yang dapat mendeteksi suhu tubuh saat kita ingin memasuki sebuah tempat seperti pusat perbelanjaan. Kamera tersebut sudah menggunakan sistem kecerdasan buatan dalam mendeteksi suhu tubuh manusia.

Dengan hadirnya sistem artificial intelligence atau kecerdasan buatan ditengah-tengah kehidupan masyarakat tujuannya bukan untuk menggantikan peran manusia tetapi hadirnya kecerdasan buatan diharapkan dapat berdampingan dan membantu kita dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Perkembangan kecerdasan buatan juga harus diimbangi dengan kebijkasanaan dari penggunanya agar perkembangan ini memiliki dampak yang positif.

Note : Penulis bertanggung jawab atas semua isi tulisannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *