NAMA PENULIS :Abiezar Nur Fajriansyah, Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Pamulang
Tidak dapat dipungkiri,di masa sekarang ini listrik merupakan salah satu elemen kebutuhan manusia yang sangat penting untuk menunjang masyarakat dalam melakukan aktifitas, salah satunya adalah dunia pendidikan.Pentingnya akan ketersediaan listrik sangatlah berpengaruh pada kelancaran kegiatan masyarakat sehari-hari, yang dimana hampir bergantung dalam berbagai macam aktifitas kehidupan.Kita dapat membayangkan apabila tidak adanya listrik di dunia pendidikan, pastinya akan sangat sulit berkembang dan bahkan dapat terhambat.Di era sekarang sistem pendidikan di Indonesia ini bersifat administratif dan online maka hampir rata-rata menggunakan perangkat elektronik seperti komputer,printer,router dll.Kita perlu menyadari dengan banyaknya perangkat elektronik yang terpasang pada sekolahan atau lembaga pendidikan mengunakan daya listrik yang menjadikan penggunaan lsitrik semakin tinggi. Tanpa kita sadari kita hidup mengandalkan energi listrik dimana terdapat akumulasi pemakaian setiap harinya.Untuk itu ,ada baiknya kita lebih bijak menggunakan daya listrik agar menghindari pemborosan energi tentu juga dapat mengurangi tagihan daya listrik yang harus dibayar.
Dengan adanya penggunaan listrik yang mungkin memakan terlalu besar daya listrik ,maka dibutuhkanlah sebuah sistem kecerdasan buatan yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah tersebut.Pada dasarnya kecerdasan buatan dirancang untuk mensimulasikan seperti pikiran manusia dan mampu bertindak sendiri.Dalam segi otomatisasi sebuah instalasi pada sarana dan prasana pendidikan seperti sekolah,lembaga pendidikan,perpustakaan sangatlah membutuhkan sistem kecerdasan buatan yang dapat berkontribusi besar dalam upaya penghematan energi.Kecerdasan buatan dapat memantau dan mengumpulkan informasi dalam bentuk angka,gambar,maupun video yang dapat dijadikan evaluasi.Pada skala besar, kecerdasan buatan memiliki kemampuan menganalisi data untuk memprediksi masalah dimasa depan,sehingga dapat mengoptimalkan konsumsi listrik dalam jangka panjang. Manfaat penghematan listrik ini akan berdampak positif bagi lingkup nasional maupun global,yang dimana sektor pendidikan ini merupakan sektor yang penting untuk mengembangkan kemampuan serta membentuk watak yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.Ini sebuah tantangan yang harus dihadapi bagi kita agar lebih efisien dalam penggunaan energi.
Revolusi industri semakin mendorong perlunya kecerdasan buatan sebagai sistem yang memberikan dukungan besar untuk mempromosikan efektivitas penggunaan listrik.Dengan kecerdasan buatan yang hadir dengan fitur menarik maka dipastikan potensi besar dalam membentuk kembali cara menghasilkan dan memanfaatkan listrik.Sistem penghemat listrik ini memanfaatkan kombinasi kecerdasan buatan dengan Big Data,Cloud dan Internet of Things (IoT) yang terkoneksi dengan perangkat komputer, sehingga dapat memberikan penanganan sistem daya listrik secara cerdas, terkendali, dan ramah lingkungan.Dengan diterapkanya kecerdasan buatan pada penghematan listrik dengan demikian fleksibilitas jaringan listrik dapat ditingkatkan secara signifikan.

Gambar 1. Panel Surya untuk kebutuhan AI
Indonesia merupakan negara yang memiliki iklim tropis dimana hanya terdapat 2 musim ,yakni musim hujan dan musim kemarau.Ini sangat menguntungkan apabila kita menggunakan daya listrik yang bersumber dari panas matahari,yaitu dengan menggunakan panel surya.Dengan menggunakan kombinasi antara panel surya dan kecerdasan buatan tidaklah mustahil untuk menghasilkan suatu sistem penghematan listrik yang ramah lingkungan.Sebab sumber tenaga listrik biasanya didapatkan dari sumber yang tidak terbarukan seperti minyak,batu bara,ataupun nuklir.Secara sederhana proses pengubahan yang terjadi di panel surya yaitu dengan menyerap cahaya panas dari matahari kemudian mengkonversinya menjadi listrik.Penggunaan panel surya dalam jumlah yang masif akan sangat berguna di berbagai sektor seperti, industri, pendidikan, pertanian ataupun olahraga.
Penerapan kecerdasan buatan dalam penghematan listrik ini sebagai sarana monitoring,collect data,dan mengatur penggunaan energi konsumsi listrik.Ini berguna mengkontrol semua aktifitas dari pemakaian listrik yang tujuanya agar penggunaan listrik semakin efektif dan terkendali.Ini juga sebagai pendeteksian otomatis sinyal masalah awal kelistrikan ataupun kegagalan sebelum terjadi kesalahan yang berbahaya.Jenis algoritma yang paling umum digunakan untuk pendeteksian masalah pada panel surya adalah algoritma deep learning.Algoritma ini adalah jenis algoritma pembelajaran mesin yang menggunakan jaringan saraf untuk mempelajari cara mengatasi masalah secara otomatis.Yang perlu diperhatikan yaitu proses maintenance harus tetap dilakukan secara manual untuk mengantisipasi adanya kesalahan dari sistem.
Maka dari itu ,penerapan penghemat listrik menggunakan kecerdasan buatan ini akan sangat membantu mengurangi konsumsi sumber energi yang tidak terbarukan dan beralih ke panas matahari.Dengan menghemat listrik, maka kita juga berperan dalam mengurangi penggunaan bahan bakar fosil agar tidak cepat habis.Dengan demikian, panel surya ini dapat digunakan pada semua bentuk infrastruktur dengan daya listrik yang kecil ataupun besar tergantung sesuai kebutuhan dan keuangan.Penghematan listrik ini juga harus dibarengi dengan kesadaran setiap individu untuk lebih bijak dalam penggunaanya.,
SUMBER GAMBAR :
Gambar 1 : https://www.informatec.com/en/artificial-intelligence-ai-energy-sector-future
NOTE :
Penulis bertanggungjawab atas semua isi tulisanya