Ferdi Zandio, Kessya Shalsabilla Fahlevi, Mochammad Daffa Maulana, Nurul Stefhani, Taufiq Hidayatur Romadlon, dan Vicky Irmansyah — Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Pamulang

FOTO KEGIATAN :

Gambar 1. Dokumentasi kebersamaan tim pengembang aplikasi Quiet Zone yang terdiri dari Ferdi Zandio, Kessya Shalsabilla Fahlevi, Mochammad Daffa Maulana, Nurul Stefhani, Taufiq Hidayatur Romadlon, dan Vicky Irmansyah. bersama perangkat pendukung seperti laptop dan ponsel pintar yang digunakan selama proses perancangan, implementasi koding, hingga pengujian fungsional sistem. Foto ini merefleksikan bentuk kerja sama tim, soliditas, serta dedikasi tinggi dari para mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang dalam merampungkan proyek inovasi teknologi berbasis geofencing dan Location Based Service (LBS) guna memberikan solusi nyata terhadap permasalahan polusi suara di fasilitas publik.

Melalui sinergi dan pembagian peran yang terstruktur di bawah bimbingan akademis, tim berhasil menyatukan berbagai modul fungsional mulai dari manajemen basis data awan (cloud database), akurasi pembacaan GPS, hingga otomatisasi profil audio gawai ke dalam satu antarmuka aplikasi yang intuitif dan siap diimplementasikan secara optimal.

Gambar 2. Tampilan Halaman Utama (Home) saat Mode Senyap Aktif: Layar ini menunjukkan kondisi dashboard aplikasi Quiet Zone ketika perangkat berhasil mendeteksi keberadaan pengguna di dalam area zona terdaftar (ruang 601). Sistem secara otomatis mengaktifkan Quiet Mode, menampilkan status lokasi, serta mencatat log aktivitas masuk ruangan secara real-time tanpa memerlukan pengaturan manual dari pengguna.

Gambar 3. Tampilan Halaman Tambah Quiet Zone: Antarmuka ini digunakan untuk meregistrasikan area pantau baru ke dalam sistem. Pengguna dapat memasukkan nama lokasi, menentukan batas radius (misalnya 15 meter), serta menekan tombol “Ambil Lokasi Saat Ini” agar sistem dapat menarik data koordinat latitude dan longitude GPS secara otomatis sebelum menyimpannya.

Gambar 4. Tampilan Halaman Daftar Quiet Zone: Menu ini berfungsi sebagai pusat kendali untuk merekap seluruh titik geofencing yang pernah didaftarkan. Pengguna dapat melihat rincian informasi nama lokasi, titik latitude dan longitude, batas radius 5.0 meter, serta tombol aksi untuk menyunting atau menghapus data lokasi secara terpusat.

Gambar 5. Tampilan Halaman Utama (Home) saat Berada di Luar Zona: Layar beranda ini menampilkan status perangkat yang berada dalam mode Normal dan terdeteksi di luar area Quiet Zone. Dasbor juga menyajikan informasi total 3 lokasi aktif, tombol kontrol Autopilot Mode, serta catatan aktivitas terakhir saat perangkat keluar dari ruangan.

Gambar 6. Tampilan Halaman Riwayat Aktivitas (Log): Antarmuka ini dirancang untuk menampilkan rekam jejak mobilitas perangkat secara mendetail. Sistem mencatatkan waktu kejadian secara presisi beserta bilah notifikasi di bagian atas yang menunjukkan bahwa “Mode Hening dihidupkan” ketika perangkat memicu transisi saat masuk atau keluar dari area zona terdaftar.

Gambar 7. Tampilan Peta (Map) Quiet Zone: Antarmuka ini menampilkan visualisasi peta wilayah geografis aplikasi Quiet Zone (mencakup area Tangerang Selatan dan sekitarnya) yang dilengkapi dengan penanda (marker) titik lokasi untuk memudahkan pengguna dalam memantau dan melacak sebaran zona senyap secara spasial.

Latar Belakang dan Implementasi Sistem

Perkembangan teknologi ponsel pintar saat ini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas harian masyarakat modern di berbagai belahan dunia, termasuk di Tangerang Selatan. Namun, kemunculan bunyi notifikasi secara mendadak sering kali menjadi permasalahan klasik yang merusak konsentrasi, terutama ketika seseorang berada di area yang menuntut keheningan mutlak seperti tempat ibadah, ruang pertemuan, maupun fasilitas akademik. Mengandalkan konfigurasi mode hening secara manual terbukti kurang efisien akibat faktor kelalaian manusia (human error) yang kerap lupa mengubah profil suara gawai saat berpindah tempat.

Menjawab tantangan tersebut, sebuah tim mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang yang beranggotakan Ferdi Zandio, Kessya Shalsabilla Fahlevi, Mochammad Daffa Maulana, Nurul Stefhani, Taufiq Hidayatur Romadlon, dan Vicky Irmansyah berinisiatif merancang sebuah inovasi perangkat lunak berbasis Android bernama Quiet Zone. Proyek pengembangan ini dikerjakan secara kolaboratif bersama rekan-rekan tim untuk menghadirkan solusi praktis dalam mengatasi polusi suara gawai secara otomatis tanpa memerlukan sentuhan fisik manual dari pengguna.

 Dalam proses perancangannya, tim menerapkan model pengembangan perangkat lunak secara sekuensial yaitu metode Waterfall, yang mencakup tahapan analisis kebutuhan sistem, perancangan arsitektur, penulisan kode program (coding), pengujian fungsional, hingga tahap pemeliharaan. Dari sisi teknis, antarmuka pengguna aplikasi ini dibangun menggunakan kerangka kerja (framework) Flutter dengan bahasa pemrograman Dart, sementara Firebase Realtime Database difungsikan sebagai pusat penyimpanan data cloud yang andal dan real-time.

Aplikasi Quiet Zone dibekali dengan teknologi Location Based Service (LBS) dan fitur geofencing yang memungkinkan sistem untuk melacak koordinat secara langsung, membatasi wilayah dalam radius tertentu, mengalihkan profil dering secara otomatis ketika pengguna memasuki zona senyap seperti ruang 601, serta merekam log pergerakan pengguna secara transparan pada menu riwayat aktivitas. Berdasarkan hasil pengujian fungsional menggunakan metode Black Box Testing yang mencakup skenario pengambilan titik koordinat GPS, penyimpanan data zona, hingga transisi profil suara, dikonfirmasi bahwa seluruh fitur aplikasi telah beroperasi dengan tingkat keberhasilan 100% tanpa kendala berarti. Melalui inovasi ini, diharapkan masyarakat dapat terbebas dari rutinitas pengaturan manual yang merepotkan sekaligus menjaga ketenangan di zona-zona sensitif secara optimal.

Rencana Pengembangan Lanjutan Aplikasi Quiet Zone

Sebagai upaya untuk terus meningkatkan fungsionalitas, relevansi, dan kenyamanan pengguna di masa mendatang, pengembangan aplikasi Quiet Zone dirancang untuk mencakup beberapa tahapan peningkatan strategis berikut:

  1. Integrasi Fitur Pengecualian Darurat (Emergency Bypass): Menambahkan mekanisme khusus yang memungkinkan panggilan atau notifikasi darurat (misalnya dari kontak prioritas atau institusi penting) tetap dapat menerobos mode senyap, guna mengantisipasi situasi krusial yang membutuhkan respons cepat pengguna.
  2. Optimalisasi Layanan Latar Belakang (Background Service): Meningkatkan efisiensi algoritma pemantauan lokasi agar berjalan lebih ringan di latar belakang sistem operasi Android, sehingga konsumsi daya baterai gawai menjadi jauh lebih hemat dan efisien.
  3. Fitur Penjadwalan Waktu Otomatis (Scheduled Time-Based Zones): Mengembangkan sistem pengaturan zona berbasis waktu operasional (misalnya mengaktifkan Quiet Zone secara otomatis hanya pada jam-jam tertentu, seperti jam perkuliahan atau jam ibadah berlangsung).
  4. Perluasan Kompatibilitas Multi-Platform: Melakukan eksplorasi untuk memperluas ketersediaan aplikasi ke sistem operasi seluler lainnya, seperti iOS, guna menjangkau basis pengguna yang lebih luas.

Ucapan Terima Kasih

Keberhasilan perancangan dan pengembangan aplikasi Quiet Zone ini tentu tidak terlepas dari dukungan, bimbingan, serta kerja sama dari berbagai pihak. Penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak Universitas Pamulang dan dosen pengajar Program Studi Teknik Informatika atas ilmu serta fasilitas akademik yang diberikan. Ucapan terima kasih yang sama juga ditujukan kepada seluruh anggota tim pengembang—Ferdi Zandio, Kessya Shalsabilla Fahlevi, Mochammad Daffa Maulana, Nurul Stefhani, Taufiq Hidayatur Romadlon, dan Vicky Irmansyah atas dedikasi, soliditas, dan kerja keras yang luar biasa selama proses kolaborasi ini. Tak lupa, apresiasi dan rasa terima kasih turut disampaikan kepada kedua orang tua, keluarga tercinta, serta rekan-rekan mahasiswa atas segala doa, motivasi, dan bantuan yang diberikan hingga purwarupa aplikasi ini dapat diselesaikan dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *