Nama Penulis : Muhammad Ariq Baihaqi , Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Pamulang

Pesatnya perkembangan teknologi dan informasi menuntut semua bidang profesi mengembangkan metode kerja secara cepat dan tepat agar tidak ketinggalan zaman dan mencapai tujuan secara efektif. Hampir semua bidang kehidupan dipengaruhi oleh kemajuan teknologi. Ini memicu munculnya inovasi yang sampai sekarang tak terbayangkan dan bahkan tak terbayangkan.

Bagaimana jika aktivitas petani bisa dilakukan melalui kecerdasan buatan?

Bukan tidak mungkin, penanaman benih, perawatan atau bahkan proses panen bisa dilakukan dengan bantuan kecerdasan buatan, sehingga tenaga manusia tidak terlalu diperlukan. Bahkan, implementasinya sudah dimulai di beberapa negara maju. Penggunaan kecerdasan buatan bertujuan untuk meningkatkan produksi dan mengurangi risiko di lapangan yang dapat merugikan petani. Selain itu, penggunaan kecerdasan buatan di bidang pertanian menawarkan beberapa keuntungan.

1. Dapat meningkatkan produksi

Penggunaan kecerdasan buatan dapat meningkatkan produksi tanaman pertanian. Hal ini karena berbagai data yang digunakan oleh kecerdasan buatan dapat membantu petani memutuskan kapan menanam, kapan panen, jenis tanaman apa yang ditanam, berapa banyak pupuk dan bahan kimia lain yang digunakan, dan bahkan seberapa sering ladang perlu disiram. Pada dasarnya, dapat membantu petani menghindari kesalahan yang dapat menyebabkan kegagalan banyak panen.

2. Mendukung proses pertanian

Di masa lalu, membajak ladang pasti terkait erat dengan penggunaan tenaga hewan, seperti sapi atau kerbau. Sampai saat itu, teknologi traktor telah berkembang. Namun berkat kecerdasan buatan, kendaraan yang biasanya digunakan untuk membajak sawah kini bisa mengemudi sendiri. Hal ini sangat mengurangi upaya petani untuk memastikan bahwa proses tumbuh tidak baik, yang pada akhirnya mengarah pada hasil panen yang kurang optimal.

3. Mengurangi resiko gagal panen

Panen bisa gagal jika proses pada saat penanaman tidak berjalan dengan baik, salah satunya tidak membajak. Penggunaan kecerdasan buatan pada kendaraan pertanian dapat mengurangi risiko kehilangan hasil panen.

4. Pencegahan risiko kesehatan

Dengan hadirnya mesin dengan kecerdasan buatan juga membantu petani terhindar dari penyakit berbahaya akibat bahan kimia. Biasanya, seperti pestisida, bahan kimia yang digunakan dapat terhirup dan memiliki efek jangka panjang bagi petani. Selain itu, hewan liar seperti ular dapat mengancam kehidupan petani.

5. Peningkatan efisiensi kerja

Dengan menggunakan teknologi yang ada, seperti kecerdasan buatan, petani telah meningkatkan efisiensi kerja. Mereka dapat melakukan tugas mereka lebih cepat dan lebih mudah, tentu saja, dalam waktu yang lebih singkat. Ini karena semua tugas dapat dilakukan secara bersamaan dengan bantuan mesin kecerdasan buatan. Sangat berbeda dengan sebelumnya, di mana Anda harus menyelesaikan suatu tugas, Anda harus menunggu tugas sebelumnya selesai karena keterbatasan tenaga.

Note : Penulis bertanggung jawab atas semua isi tulisannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.