Nama penulis : Manggar Aji Putra, Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Pamulang

Penerapan Artificial Intelligence (AI) di bidang pendidikan mungkin belum banyak ditemui. Berikut beberapa contoh penerapan AI yang mungkin dapat menginspirasi institusi pendidikan dalam mengatasi tantangan yang mereka hadapi.

Penerapan AI, di sisi lain, juga telah merambah sektor pendidikan, mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi, bahkan pendidikan profesi. AI diyakini dapat membantu manusia untuk belajar dengan lebih baik dan mencapai tujuan pendidikan yang diinginkannya.

Kehadiran teknologi AI telah mentransformasi kurikulum pendidikan, terutama di bidang teknologi, sains, matematika, dan teknik. Namun AI juga akan mengubah wajah dunia pendidikan secara keseluruhan.

AI di pasar pendidikan global diproyeksikan akan mencapai USD3,68 miliar, dengan CAGR 47%  sepanjang 2018 hingga 2023, menurut marketsandmarkets.com. Pertumbuhan yang signifikan ini seiring kian tingginya permintaan akan teknologi AI di sektor pendidikan.

Salah satu tantangan terbesar di dunia pendidikan adalah cara dan kecepatan belajar yang berbeda-beda pada tiap individu. Misalnya, ada murid yang lebih kuat otak kirinya. Sementara yang lain memiliki kecerdasan lebih tinggi untuk bidang-bidang yang mengandalkan otak kanan. Ada pula orang yang harus menghadapi kendala fisik maupun mental dalam proses belajar. 

Salah satu kekhawatiran yang muncul dengan kian maraknya contoh penerapan teknologi AI ini adalah tergantikannya peran manusia oleh robot dan mesin cerdas. Bisa dipastikan, kekhawatiran itu tidak akan terjadi di dunia pendidikan.

Pendidikan tidak hanya tentang memperoleh pengetahuan. Pendidikan adalah proses yang kompleks di mana kita tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang berbagai konsep tapi kita juga belajar menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dengan kecakapan sosial kita. Mesin tidak dapat mengajarkan empati, simpati, dan berbagai emosi lainnya yang merupakan bagian penting dalam pengembangan kepribadian kita. Artinya, secanggih apapun AI, seberapa banyak contoh pemanfaatan AI, teknologi ini tidak akan bisa menggantikan peran guru atau pendidik. Peran AI adalah sebatas membantu dan memberdayakan guru dalam membuat proses pembelajaran sebagai pengalaman yang menyenangkan bagi siswa.

Berikut hal-hal yang bisa AI lakukan di bidang pendidikan:

  • Pembelajaran yang lebih cerdas

    Pembelajaran dalam sistem AI ini merupakan pembelajaran yang dipersonalisasi sehingga meningkatkan pengalaman belajar siswa. Pembelajaran AI dalam sistem individual ini menunjukkan bahwa hal ini dapat meningkatkan fokus siswa. Pasalnya, AI memiliki kemampuan untuk mengajar siswa secara individu dan mengenali area yang dibutuhkan untuk menemukan cara pengajaran yang tepat pada siswa melalui kecerdasan buatan tersebut. Misalnya, jika teknologi ini tahu kamu tertarik dengan mobil balap, maka itu yang akan digunakan sebagai analogi atau contoh untuk memahami materi pelajaran.


  • Identifikasi bila siswa tak mengerti

    Kecerdasan AI bisa mengidentifikasi konsep seperti apa yang tidak dipahami oleh siswa. Sehingga nantinya AI bisa melakukan penyesuaian untuk menemukan cara baru dalam membantu pembelajaran siswa. Blackboard, salah satu alat di bidang pendidikan kini banyak digunakan perguruan tinggi. Sebuah platform online ini digunakan para profesor untuk merilis catatan, pekerjaan rumah, kuis, dan tes, dan memungkinkan siswa mengajukan pertanyaan dan tugas untuk penilaian. Alat ini juga bisa mengidentifikasi alasan di balik ketidak pahaman siswa.


  • Menilai tugas

    Manfaat lain dari program AI yaitu menilai kedua pilihan ganda dan pertanyaan dengan jawaban singkat. Ke depannya, AI juga bisa menilai pertanyaan esai. Oleh sebab itu, para guru tidak perlu lagi menghabiskan waktu mengerjakan tugas menilai setiap jam karena guru dapat lebih berkonsentrasi pada pengajaran dan interaksi satu lawan satu saja. Siswa juga mendapat hasil nilai langsung melalui AI. Mereka tak perlu menunggu waktu yang lama untuk mendapatkan nilai mereka. Siswa juga akan menuai keuntungan dari guru yang memiliki waktu tambahan untuk proses belajar dan mengajar.


  • Personalisasi Berbasis AI

Contoh penerapan AI di bidang pendidikan adalah sistem yang dapat mempersonalisasi pembelajaran untuk tiap orang atau murid. Sistem AI dapat membantu membuatkan learning profile untuk tiap murid dan menyesuaikan materi pembelajaran dengan kemampuan, cara belajar, dan pengalaman tiap murid.

  • Menghemat waktu dan meningkatkan efisiensi

Teknologi AI dapat meringankan beban para guru/pendidik dalam menangani tugas-tugas administratif yang bersifat repetitif, seperti menyiapkan lesson plan, menilai ujian, memeriksa pekerjaan rumah siswa dan lain-lain. Automasi terhadap proses-proses tersebut akan memberikan lebih banyak waktu pada guru untuk mengawasi kemajuan siswa dsn fokus pada peningkatan teknik-teknik mengajar. Apa contoh penerapan AI di sini? Misalnya, menggunakan layanan Online Writers Rating berbasis AI untuk memberikan nilai untuk tugas writing.  Grammar tool juga akan membantu guru untuk tidak berulang-ulang membetulkan tata bahasa murid. Presensi juga dapat diserahkan pada AI.

  • Menciptakan pengalaman belajar yang lebih personal

AI di bidang pendidikan memungkinkan sekolah atau institusi pendidikan menciptakan pengalaman belajar yang lebih personal. Dari analisis AI terhadap data siswa, guru dan institusi pendidikan dapat mengetahui kecepatan belajar dan kebutuhan tiap siswa. Kemudian pihak sekolah dapat membuatkan rencana belajar yang didasarkan pada kekuatan dan kelemahan siswa. 

Namun Perlu di ingat bahwa Artificial Intellegence (AI) diciptakan bukan untuk menggantikan peran manusia seutuhnya. Artificial Intellegence (AI) dicipatakan hanya untuk membantu dalam melakukan pekerjaan maupun pembelajaran. Dan Artificial Intellegence (AI) tidak boleh mengambil alih seutuhnya peran guru sebagai media pendidik karena akan mengakibatkan perubahan secara signifikan terhadap pembentukan karakter dan mental siswa, siswa akan lebih cenderung pasif terdahap lingkungan sekitar dan akan lebih mementingkan diri sendiri, sedangkan siswa yang melakukan pembelajaran secara langsung atau datang ke sekolah akan membuat siswa lebih aktif dan lebih sensitif terhadap lingkungan sekitar dan pembentukan karakter akan lebih efektif. 

Note : Penulis bertanggung jawab atas semua isi tulisannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.