Nama Penulis : Rizki Dwi Harianto , Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Pamulang

Logika adalah ilmu yang mempelajari penalaran, yaitu cara berpikir dengan mengembangkan sesuatu berdasarkan akal dan bukan perasaan. Pelajaran logika difokuskan pada hubungan antar pernyataan. Aplikasi yang luas tentu saja dimiliki oleh logika dengan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) sebagai salah satunya. Kecerdasan buatan adalah kecerdasan yang ditunjukkan oleh entitas buatan. Kecerdasan buatan ini sebagian besar perannya diterapkan pada Sistem Robotika saat ini. Robot adalah mesin yang telah dirancang untuk melakukan berbagai kegiatan tanpa campur tangan manusia. Hal ini perlu dipelajari oleh siswa Informatika dan Komputer dalam mengembangkan ilmunya yang diarahkan pada: penanganan pekerjaan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pengembangan Robot di Indonesia sendiri telah menorehkan banyak prestasi yang bisa dibanggakan. Tetapi Kecerdasan Buatan bukan hanya untuk merancang Robot atau bukan hanya Sistem Robotika saja, tetapi juga diterapkan pada Sistem Pemrosesan Data dan seorang ahli atau ahli untuk merancang kemampuannya. Dalam Jurnal ini Penulis menjelaskan pentingnya mempelajari Artificial Intelligence dengan Mahasiswa Informatika dan Komputer. Karena aktivitas dan layanan kebutuhan mendesak masyarakat dengan menggunakan sistem komputerisasi di tempat kerja mereka masing-masing. Perangkat lunak juga di kembangkan untuk menopang dan membantu pekerjaan dan layanan jika seorang ahli tidak hadir.(Ir. Suhanda, 2016)

  1. Epistemologi Kecerdasan Buatan (AI) dan Pentingnya Etika dalam Pendidikan Interdisipliner

      Kecerdasan buatan (AI) adalah “istilah payung” yang digunakan untuk menggambarkan simulasi yang dilakukan oleh mesin atau perangkat, yang terhubung ke lautan data, yang menyerupai kecerdasan manusia. Tidak diragukan lagi, AI memiliki dampak positif dalam banyak hal aspek kehidupan manusia, yaitu ekonomi, pendidikan, pemerintahan, hingga pertahanan dan keamanan. Namun, AI seperti dua sisi mata uang yang juga memiliki dampak negatif.

       Dampak multidimensi yang disebabkan oleh AI menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana mengikuti kemajuan AI untuk tetap berada di koridor yang diinginkan. Untuk menjawab Dalam hal ini, filsafat selalu dimulai dengan analisis epistemologis. Dengan meninggalkan dari fakta dan analisis epistemologi AI, penulis percaya akan pentingnya peran pendidikan interdisipliner. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui analisis literatur tentang AI sebagai objek material, dan Filsafat khususnya epistemologi sebagai objek Secara formal, makalah ini menawarkan pentingnya AI dan etika sebagai materi perkuliahan yang terintegrasi di era AI dan disrupsi. materi kuliah tentang dasar-dasar AI dan Etika perlu di pertimbangkan oleh setiap universitas sebagai Lembaga Pendidikan yang peka terhadap perubahan dan perkembangan zaman.

        Mengapa AI dan Etika perlu menjadi mata kuliah dasar di setiap program studi? Ini sangat terkait erat sebagai ‘pemain’ dan ‘pemirsa’. Sebagai pemain potensial khususnya mereka yang mengambil jurusan teknologi informasi, ilmu komputer, dan manajemen bisnis, mereka perlu dibekali dengan dasar-dasar etika, misalnya melihat apakah suatu produk adalah ciptaan atau ide mereka tentang teknologi canggih berbasis AI yang tidak diskriminatif dan tidak melanggar privasi setiap individu. Di era AI, kita semua akan menjadi konsumen AI bahkan produsen di makna tertentu. Dalam analogi pertandingan sepak bola kita seperti penonton. Kita semua membutuhkan dilengkapi dengan pemahaman mendasar tentang dasar-dasar AI dan membentuk martabat manusia diri mereka sebagai ‘konsumen yang kompeten’ atau ‘penonton sportif’.(Pabubung et al., 2021)

  • Ada beberapa contoh tentang kecerdasan buatan dalam bidang Pendidikan yaitu misalnya :
  • Penerapan Natural Language Processing (NLP) Di Bidang  Pendidikan NLP adalah cabang dari kecerdasan buatan (AI) yang berhubungan dengan pelatihan komputer untuk memahami, memproses, dan menghasilkan bahasa. Teknologi ini mendukung mesin pencari, layanan terjemahan mesin, dan asisten suara. Saat ini NLP terintegrasi secara luas ke dalam kehidupan sehari-hari dalam bentuk asisten virtual seperti Siri, Alexa, atau Google Home. Dalam dunia industri, NLP juga sangat penting bagi bisnis untuk mendapatkan keunggulan kompetitif. Aplikasi NLP dapat membantu dalam banyak bidang kehidupan terutama menganalisis dan mengekstraksi nilai dari data yang tidak terstruktur. Salah satu implementasi NLP yang sangat penting adalah penerapannya dalam dunia pendidikan, di masa pandemi ini ketika kegiatan belajar mengajar banyak dilakukan secara online, NLP menjadi game changer untuk membantu proses di bidang pendidikan. NLP merupakan proses yang efektif untuk membantu siswa dalam proses pembelajaran. untuk meningkatkan prestasi akademik tentu saja banyak cara salah satunya dengan mengembangkan kefektifan dalam berbahasa dan dengan cara penerapan NLP dalam lingkungan pendidikan. Teknik NLP mengikuti pendekatan proses alami pemerolehan bahasa yang terintegrasi dengan pendekatan saintifik menggunakan program komputer. Makalah ini akan menjelaskan beberapa aplikasi NLP dalam pendidikan.

       Penerapan NLP dalam pendidikan. NLP dapat membantu pendidik dan siswa dalam mengimplementasikan proses belajar mengajar yang efektif. Beberapa implementasi NLP di dunia pendidikan adalah sebagai berikut:

A. Meringkas dan Parafrase Teks

B. Question and answer

C. Chatbot (umpan balik dari pendidik)

D. Evaluasi Ejaan dan Tata Bahasa(Rumaisa et al., 2021)

  • Aplikasi pengenalan alat music berbasis frekuensi dan kecerdasan Buatan

       aplikasi ini di buat untuk mengklasifikasikan jenis alat musik berdasarkan frekuensi dan kecerdasan buatan menggunakan jenis jaringan saraf convolutional. Dengan berkembangnya teknologi informasi khususnya dalam bidang deep learning, berbagai bidang dapat mengembangkan sesuatu dengan menggunakan deep learning, tidak terkecuali dalam bidang seni, salah satunya adalah musik.

       Pengembangan aplikasi ini tidak hanya bermanfaat dalam bidang seni, tetapi juga dalam bidang pendidikan. Orang awam yang tidak begitu mengenal musik, khususnya alat musik terkadang bingung membedakan alat musik yang memiliki kesamaan ciri seperti saxophone dan terompet. Timbre atau warna suara mampu membedakan suara alat musik. Timbre memiliki komponen frekuensi dasar sebagai penentu nada dan frekuensi harmonik yang mengikuti di belakangnya. Pola frekuensi dan amplitudo bunyi dapat dilihat dengan menggunakan spektogram.

        Untuk memprediksi jenis alat music bisa menggunakan convolutional neural network bisa di input oleh spektogram. Aplikasi ini dirancang menggunakan bahasa pemrograman Python dengan framework Jupyter Notebook. Jaringan saraf dibuat menggunakan kerangka kerja Tensorflow, dan antarmuka pengguna grafis dibuat menggunakan Tkinter. Proses aplikasi dibagi menjadi tiga proses besar yaitu perekaman suara, prediksi menggunakan model neural network, dan tampilan pada GUI. Hasil pengujian menunjukkan bahwa prediksi menggunakan hasil rekaman memiliki tingkat kebenaran yang lebih rendah dibandingkan prediksi menggunakan file .wav secara langsung. Persentase prediksi yang benar dengan file .wav adalah 67% sedangkan dengan rekaman langsung hanya 32,5%.(Anthony, 2021)

  • Perbandingan Konsep Kerja Berbasis Komputer Kecerdasan Buatan Dengan Kecerdasan Alami

       Sistem kecerdasan buatan sering dijadikan andalan oleh para pengguna komputer sebagai pembantu untuk mempercepat pekerjaannya. Kecerdasan Buatan akan membantu Analis Komputer untuk menangani pekerjaan dengan cepat dan mudah. Jika para ahli itu tidak mampu melayani masyarakat dapat ditangani dengan kecerdasan berbasis komputer Buatan, padahal sudah diprogramkan untuk sementara waktu sesuai kebutuhan masyarakat seperti di bidang Kesehatan, Teknologi, Pendidikan, Bahasa, Informasi, dll. Tapi Kecerdasan Buatan ini, hanya dapat digunakan ketika masyarakat membutuhkan pelayanan yang cepat.

       Dan tidak bisa memberikan pelayanan secara psikologis, karena hanya diprogramkan untuk melakukan pelayanan seperti manusia dalam melayani masyarakat, atau meniru kebiasaan manusia. Artinya tidak dapat memberikan jawaban Mengapa, Bagaimana, Apa Alasannya. Sedangkan kecerdasan alamiah yang dimiliki manusia dapat memberikan menjawab secara psikologis dan dapat memberikan alasan jawaban dalam melayani Publik.

       Tapi kecerdasan yang dimiliki Manusia secara alami lambat, karena manusia adalah makhluk hidup yang memiliki keterbatasan, sedangkan Kecerdasan yang dimiliki oleh sistem komputer adalah mesin yang memiliki kecepatan dan kecepatan sudah diprogram. Jadi demikian perencanaan kerja di Kecerdasan Alami itu dimiliki oleh Manusia, sedangkan Kecerdasan Buatan ada pada Kecerdasan Ilmiah dimiliki oleh komputer yang telah diprogram untuk membantu menyelesaikan pekerjaan diperlukan. Jadi kecerdasan alami lebih sempurna daripada kecerdasan SALAH.

         Karena Kecerdasan Alami ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, Kecerdasan Buatan ciptaan manusia. Namun kedua kecerdasan ini dibutuhkan dalam melakukan pekerjaan untuk perencanaan atau Manajemen Pekerjaan, dan untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan sesuai dengan bidangnya, yang diperlukan untuk kepentingan hidupnya dalam penggunaan Teknologi alat komputer.

       Dengan Begitu Saat melakukan pekerjaan, Kecerdasan Buatan memiliki kelebihan dibandingkan dengan kecerdasan manusia dalam mempercepat pekerjaan, dengan meniru kecerdasan otak Manusia dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan bidangnya. Kecerdasan Buatan tidak bisa diandalkan selamanya untuk melakukan pekerjaan itu, tapi Rumusan kerja dan desain Sistem, tetap dalam pemikiran otak manusia, yaitu Kecerdasan Alami menjadi andalan dalam karyanya.

      Penggunaan teknologi internet tidak selalu berdampak positif terhadap pekerjaan, tetapi juga memiliki efek negatif pada kinerja pekerjaan. 4. Kecerdasan buatan dapat membaca sistem yang diterapkan pada suatu masalah, jika Kecerdasan alami telah menerapkannya pada sistem kerja komputer, dan hanya sebagai alat komputer dapat menjalankannya. Tapi alat komputer tidak bisa terjamin dalam keselamatan kerja mereka. Tidak seperti kecerdasan alami.(Suhanda, 2015)

  • Generasi Milenial Siap Hadapi Era Revolusi Digital (Masyarakat 5.0 dan Revolusi Industri 4.0) di Pendidikan Melalui Pengembangan Sumber Daya Manusia

      Generasi millennial sangat erat kaitannya dengan Revolusi Industri 4.0 atau Revolusi Industri Generasi ke-3 empat. Dimana revolusi ini menitikberatkan pada pola digitalisasi dan otomatisasi dalam segala aspek kehidupan manusia. Banyak pihak yang tidak menyadari perubahan tersebut, terutama dikalangan pendidik, padahal itulah tantangan generasi muda atau generasi milenial saat ini. Apalagi di masa-masa ini Generasi millennial memiliki tantangan tersendiri dalam menghadapi era revolusi Digital (Masyarakat 5.0 dan Revolusi Industri 4.0) Sebagian besar tumbuh dan berkembang melalui pendidikan, sehingga pendidikan menjadi wahana bagi Pembangunan generasi milenial.

      Untuk itu, diperlukan sumber daya manusia yang kompeten sebagai aset untuk Proses pengembangan generasi milenial yang siap menghadapi masalah dan tantangan, Oleh karena itu, HR menjadi bagian penting dari proses pengembangan pendidikan bagi generasi milenial. Ada lima Ranah sumber daya manusia dianggap penting dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan. Lima domain yaitu: profesionalisme, daya saing, kompetensi fungsional, keunggulan partisipatif, dan kerjasama.


      Namun, pengembangan lima domain SDM membutuhkan kontrol kualitas total (TQC) dan program pendidikan dan pelatihan terpadu untuk mencapai efektivitasnya. kontrol kualitas total (TQC) adalah sebuah sistem manajemen dinamis yang mencakup semua anggota organisasi dengan menerapkan konsep teknik pengendalian kualitas untuk mencapai kepuasan pelanggan, dalam hal ini generasi milenial tentunya.(Predy et al., 2019)

Gambar 1. Perubahan Industri dari masa ke masa

Sumber gambar:

https://gimana.net/revolusi-industri-1-0-hingga-4-0/

  • Kesimpulan

Dari Pembelajaran Kecerdasan Buatan hingga Mahasiswa Departemen Teknik Informatika dan Komputer, dapat ditarik beberapa kesimpulan, antara lain:

  1. Siswa akan dapat menerapkan Desain Perangkat Lunak ke berbagai bidang pekerjaan  ditangani oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhannya.
  2. Siswa akan dapat meningkatkan keterampilan berpikir logis mereka pahami cara kerja alat ini Profesi
  3. Siswa dapat merekayasa perangkat lunak yang disesuaikan dengan keahlian seseorang  Tenaga Ahli, untuk membantu pekerjaan di bidang Pelayanan Publik.
  4. Mahasiswa mampu merekayasa sistem komputerisasi, berupa pengendalian  Data dalam memberikan informasi, baik pekerjaan, pendidikan, maupun penelitian.
  5. Mahasiswa dapat mengembangkan Desain Sistem Perangkat Lunak untuk Praktisi dan Secara teoritis, untuk mengatasi perkembangan Sistem di masa depan, dengan Bantuan Teknologi Intelijen dalam Bisnis dan Ketenagakerjaan.

REFERENSI :  

Anthony, E. W. (2021). Aplikasi Pengenalan alat musik berbasis frekuensi dan kecerdasan buatan. 1–2.

Ir. Suhanda, M. K. (2016). Manfaat Pembelajaran kecerdasan Buatan Dan Aplikasinya Bagi Mahasiswa Informatika Dan Komputer. 4(1), 1–12.

Pabubung, M. R., Keilahian, F., Sanata, U., & Yogyakarta, D. (2021). Epistemologi Kecerdasan Buatan (AI) dan Pentingnya Ilmu Etika. Epistemologi Kecerdasan Buatan (AI) Dan Pentingnya Ilmu Etika, 4(2), 1–8.

Predy, M., Sutarto, J., Prihatin, T., & Yulianto, A. (2019). Generasi Milenial yang Siap Menghadapi Era Revolusi Digital ( Society 5 . 0 dan Revolusi Industri 4 . 0 ) di Bidang Pendidikan Melalui Pengembangan Sumber Daya Manusia. 1–9.

Rumaisa, F., Puspitarani, Y., Rosita, A., Zakiah, A., & Violina, S. (2021). Penerapan Natural Language Processing (NLP) Di Bidang Pendidikan. 1–4.

Suhanda. (2015). Perbandingan Konsep Kerja Sistem Komputer Berbasis. 1–12.

Note : Penulis bertanggung jawab atas semua isi tulisannya

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *