Nama Penulis : Dede Panji Fauzan Akbar Teknik Informatika Universitas Pamulang

Dewasa ini tidak bisa dipungkiri fakta bahwa pandemi membawa serangkaian perubahan dan pergeseran gaya hidup dan aktivitas yang akan tetap berlanjut di era pasca pandemi. Begitu pula dengan peran ArtificiaI Intelligence (AI) yang semakin terasa besar akibat akselerasi digital dan aktivitas online selama pandemi.
Masa Pandemi Covid-19
Menurut “WHO (World Health Organization atau Badan Kesehatan Dunia) secara resmi mendeklarasikan virus corona (COVID-19) sebagai pandemi pada tanggal 9 Maret 2020. Akibat nya selain berdampak pada sektor perekonomian, sektor pendidikan juga turut terkena dampak yang cukup fatal. Kegiatan belajar mengajar terpaksa harus dilakukan dalam jarak jauh. Disinilah Peranan teknologi informasi sangat dibutuhkan terutama Aritificial Intelegence sehingga dapat menjadi fasilitas dan juga solusi bagi permasalahan pendidikan yang ditimbul pada masa pandemi.
Dengan diberlakukannya kebijakan yaitu Work From Home (WFH) oleh pemerintah dimana kebijakan ini merupakan upaya yang diterapkan kepada masyarakat agar dapat menyelesaikan segala pekerjaan di rumah. Dengan adanya pembatasan interaksi. Kementerian Pendidikan di Indonesia juga mengeluarkan kebijakan yaitu dengan meliburkan sekolah dan mengganti proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan menggunakan sistem dalam jaringan (daring) berdasarkan “Surat Edaran Mendikbud No.4. Konten-konten pembelajaran digital yang terpersonalisasi juga dapat dihadirkan berkat Artificial Intelligence dan machine learning.
Dalam situasi seperti pandemi saat ini, untuk mempermudah Informasi, komunikasi pembelajaran daring yang mempunyai fungsi sebagai media penyampaian pesan dan informasi kepada murid. Guru dapat mengunakan media pembelajaraan dengan menggunakan Google Hangouts Meet, Zoom, Discord, WhatsApp. Edmodo, Ruang Guru dan Google Classroom. Dimana, sarana-sarana tersebut dapat digunakan secara maksimal. Dengan menggunakan media online tersebut diatas, secara tidak langsung kemampuan menggunakan serta mengakses teknologi semakin dikuasai oleh siswa maupun guru. Artificial Intelligence sendiri berkerja dengan cara menggabungkan adanya sejumlah data, pengolahan yang berulang, serta algoritma cerdas.
Dunia Pendidikan
Pembelajaran jarak jauh yang diterapkan sejak awal pandemi disinyalir akan terus berlanjut hingga nanti masa pasca COVID-19. Sekolah dan perguruan tinggi mulai melirik untuk menerapkan hybrid learning yang menggabungkan offline dan online class, sebagaimana yang sudah diterapkan bertahun-tahun sebelum pandemi.
Tidak ada seorangpun akan menyadari bahwa pandemi Covid 19 Benar benar akan Merubah pergeseran serta perubahan gaya hidup dan aktivitas dalam keberlangsungan kehidupan dari semula normal menjadi new normal dan jelas teknologi menjadi syarat dalam sektor kehidupan.
Pendidikan akademi menjadi tantangan untuk membuat terobosan terobosan inovasi dalam situasi paska pandemi Diman aktivitas belajar mengajar berdasarkan bantuan teknologi ini tidak bisa di pungkiri karna kedepan kita hidup dengan teknologi.
Peran AI dalam penerapan edukasi jarak jauh pasca pandemi ovasi-inovasi ini bisa diterapkan saat hybrid learning, di mana para pengajar bisa lebih mudah memantau proses pembelajaran jarak jauh.  bahwa inovasi seperti ini mungkin akan terasa terlalu mengekang, “ada satu tembok di mana kita harus memilih antara privacy dan kemajuan teknologi.” dan ini tidak bisa di pungkiri
Peran Artificial Intelligence dalam bidang pendidikan
Artificial Intelligence memiliki kemampuan untuk mengajar siswa secara individual dan mengenali area yang dibutuhkan untuk menemukan cara pengajaran yang tepat pada siswa melalui kecerdasan buatan tersebut. Kedua, Indentifikasi bila siswa tidak mengerti Kecerdasan Artificial Intelligence bisa mengidenifikasi konsep seperti apa yang tidak dipahami oleh siswa. Sehingga nantinya Artificial Intelligence bisa melakukan penyesuaian untuk menemukan cara baru dalam membantu pembelajaran siswa.
Artificial Intelligence juga bisa menilai pertanyaan essay. Para guru tidak perlu lagi mengahabiskan waktu mengerjakan tugas menilai setiap jam karena guru dapat lebih berkonsentrasi pada pengajaran dan interaksi satu lawan satu saja. Siswa juga mendapat hasil nilai langsung melalui Artificial Intelligence.
Terakhir yang ingin saya katakan dari pembahasan di atas adalah perubahan akan tuntutan itulah yang menjadi dunia pendidikan memerlukan inovasi dan kreativitas dalam proses pembelajaraannya. Dengan perkembangnya Artificial Intelligence di dalam bidang pendidikan untuk membatu proses kegiatan sehari-hari termasuk belajar-mengajar.

Note : Penulis bertanggung jawab atas semua isi tulisannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *