Penulis: Rany Khoirunnissa Putri, Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Pamulang

Pada era Industri 4.0 ini telah dikembangkan teknologi yang mampu mengadopsi proses dan cara berpikir manusia, yaitu teknologi Artificial Intelligence (AI) atau lebih dikenal dengan sebutan Kecerdasan Buatan. Kecerdasan buatan merupakan salah satu bagian ilmu komputer yang membuat mesin komputer dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan oleh manusia.
Kecerdasan buatan saat ini mulai digunakan dalam berbagai bidang, salah satunya dalam bidang otomotif. Dalam bidang otomotif, proses yang dilakukan selalu memakan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Oleh karena itu, teknologi canggih yang dimiliki kecerdasan buatan membuat pekerjaan dan segala proses menjadi lebih efektif dan efisien dibandingkan secara manual yang memakan lebih banyak waktu.
Salah satu contoh implementasi kecerdasan buatan di bidang otomotif adalah mesin yang dapat mendeteksi kerusakan pada mobil. Sebuah pabrikan otomotif asal Swedia, Volvo, sudah selangkah lebih maju dengan menggunakan teknologi tersebut pada bengkel servis atau dealer mereka. Teknologi kecerdasan buatan tersebut digunakan untuk melakukan pemeriksaan pada kerusakan mobil secara cepat dan akurat. Membahas kerusakan pada mobil, hal itu terjadi akibat kelalaian pemilik mobil dalam melakukan perawatan. Pemilik mobil baru menyadari kerusakan setelah performa mobil mereka mengalami perubahan atau ada beberapa bagian yang tidak dapat beroperasi. Oleh karena itu, penggunaan mobil membutuhkan perawatan berkala dengan cara mendeteksi kerusakan yang terjadi pada mobil.
Volvo yang bekerja sama dengan UVeye mengembangkan sebuah alat yang bekerja layaknya robot. Dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan dan machine learning, robot tersebut bertugas untuk mengecek bagian bawah, ban, serta body mobil.Pemeriksaan yang dilakukan oleh mobil tersebut dimulai dari mengecek apakah ada karat pada knalpot atau kerusakan di sasis. Setelah itu dilanjutkan ke bagian ban dimana semua roda dicek apakah memiliki ketebalan karet yang aman untuk digunakan atau tidak. Langkah terakhir adalah mengecek apakah ada bodi yang penyok.
Semua proses itu dilakukan hanya dalam hitungan menit, dan hasilnya kemudian diberikan dalam bentuk dokumen digital. Dengan cara ini, kondisi mobil yang akan dipasarkan bisa diketahui secara detail dan apakah ada bagian yang harus diganti. Proses ini juga dapat dimanfaatkan untuk menaksir harga saat ada konsumen yang hendak tukar tambah.
Volvo akan mulai memasang alat canggih ini di beberapa dealer mereka di Amerika Serikat. Dalam beberapa tahun lagi, diharapkan semua bengkel servis mereka di negara tersebut sudah memakai robot ini sebagai pelayanan standar.

Note: Penulis bertanggung jawab atas semua isi tulisannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.