Ahmad Luthfi Tedja Wibowo, Desi Fatmawati, dan Mumu, Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Pamulang
Perkembangan industri kuliner dan coffee shop yang semakin pesat menuntut para pelaku bisnis untuk terus berinovasi agar dapat bertahan di tengah persaingan ketat. Salah satu langkah nyata dalam menghadapi tantangan digitalisasi ini dilakukan oleh mahasiswa program studi Teknik Informatika dari Universitas Pamulang. Melalui program Kerja Praktek (KP), sebuah sistem Business Intelligence (BI) mutakhir berhasil dirancang dan diimplementasikan untuk mengoptimalkan manajemen operasional di Japri Coffee.
Kegiatan perancangan dan implementasi sistem ini berlangsung sejak beberapa bulan terakhir di tahun 2026. Alasan utama yang melatarbelakangi pengembangan proyek ini adalah adanya kebutuhan mendesak dari manajemen Japri Coffee untuk beralih dari metode pencatatan manual yang rentan terhadap kesalahan (human error) ke sistem berbasis data yang lebih akurat. Melalui sistem BI ini, pihak manajemen kini dapat melacak berbagai indikator kinerja utama atau Key Performance Indicators (KPI) secara
langsung (real-time), mulai dari visualisasi tren penjualan harian hingga analisis mendalam mengenai perputaran inventaris bahan baku.
Dalam proses eksekusinya, Proyek Kerja Praktek ini berjalan sukses berkat kolaborasi solid di dalam tim yang beranggotakan Ahmad Luthfi Tedja Wibowo, Desi Fatmawati dan Mumu. Tim ini juga mendapatkan bimbingan teknis serta arahan akademis dari dosen pembimbing, Farizi Ilham, S.Kom., M.Kom. Selain itu, kelancaran implementasi sistem di lapangan didukung penuh oleh Faisal Hakim Matondang selaku Manajer Operasional Japri Coffee yang sekaligus bertindak sebagai Pembimbing Lapangan. Kehadiran seluruh anggota tim, dosen pembimbing, dan pihak manajemen mitra ini memastikan bahwa sistem yang dirancang menggunakan arsitektur relasional (ERD) mampu mengakomodasi seluruh alur logis transaksi dengan sempurna.
Sistem Business Intelligence yang dibangun bekerja dengan cara mengintegrasikan seluruh data transaksi dari sistem kasir (POS) ke dalam sebuah dasbor visualisasi yang interaktif. Fitur unggulan dari dasbor ini meliputi pemantauan pemesanan menu, hingga modul pelacakan sisa stok bahan pangan untuk menekan angka limbah makanan (food waste). Dengan adanya dasbor interaktif ini, pengambilan keputusan strategis oleh pengelola Japri Coffee—seperti menentukan volume pengadaan bahan baku mingguan, kini dapat dilakukan secara cepat dan tepat berbasiskan data riil.

Gambar 1.1 Proses Wawancara dengan Japri Coffee bersama tim.
Ucapan Terima Kasih :
Tim Penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Farizi Ilham, S.Kom., M.Kom selaku dosen pembimbing yang telah memberikan arahan akademis berharga selama proyek ini berjalan. Terima kasih yang mendalam juga disampaikan kepada Faisal Hakim Matondang, selaku Manajer Operasional Japri Coffee sekaligus Pembimbing Lapangan, atas bimbingan praktis, keterbukaan data, dan ilmu operasional yang luar biasa selama di lokasi. Tidak lupa, Tim penulis mengapresiasi seluruh staf Japri Coffee yang telah memberikan kesempatan kolaborasi dan ruang kerja yang kondusif hingga sistem Business Intelligence ini dapat diselesaikan dengan baik.
