Iqbal Fahrozi, Mahasiswa Program Studi Ilmu Komputer, Fakultas Teknik Informatika, Universitas Pamulang
Foto Kegiatan

Gambar 1. Gedung utama Universitas Pamulang di Jalan Surya Kencana No. 1, Pamulang, Tangerang Selatan, yang menjadi pusat aktivitas perkuliahan ribuan mahasiswa setiap harinya.

Gambar 2. Suasana perkuliahan mahasiswa Program Studi Ilmu Komputer, Fakultas Teknik Informatika Universitas Pamulang.
Isi :
Ketika orang mendengar nama Universitas Pamulang, kebanyakan langsung membayangkan kampus besar dengan mahasiswa yang hilir mudik setiap hari dalam jumlah puluhan ribu. Namun bagi saya, Iqbal Fahrozi, mahasiswa Program Studi Ilmu Komputer, Fakultas Teknik Informatika, pertanyaan yang lebih menarik bukan soal besar atau kecilnya kampus ini, melainkan: bagaimana rasanya benar-benar menjadi “anak UNPAM”?
Universitas Pamulang, yang akrab disingkat UNPAM, berdiri sejak 15 Mei 2000 dan kini dikelola oleh Yayasan Sasmita Jaya yang didirikan oleh Dr. (H.C) H. Darsono. Kampus utamanya berada di Jalan Surya Kencana No. 1, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten — lokasi yang relatif mudah dijangkau dari berbagai wilayah Jabodetabek menggunakan kendaraan umum maupun pribadi.
Hal pertama yang saya rasakan begitu masuk UNPAM adalah skalanya. Ini bukan kampus kecil tempat semua orang saling kenal satu sama lain. UNPAM merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terbesar di Indonesia, dengan mahasiswa yang jumlahnya mencapai puluhan ribu orang dan puluhan program studi dari berbagai rumpun ilmu — mulai dari Teknik, Ekonomi dan Bisnis, Hukum, Sastra, Keguruan, hingga Ilmu Komputer tempat saya belajar. Rasio dosen dan mahasiswa pun cukup padat, sehingga mahasiswa dituntut lebih aktif dan mandiri dibanding hanya menunggu diarahkan.
Lalu mengapa banyak orang, termasuk saya, akhirnya memilih kuliah di sini? Alasan terbesarnya adalah biaya kuliah yang relatif terjangkau dibanding kampus swasta lain di kawasan Tangerang Selatan, tanpa mengorbankan kualitas pendidikan. UNPAM sendiri telah mengantongi akreditasi “Baik Sekali” dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), yang berarti standar kurikulum, tenaga pengajar, dan fasilitas kampus sudah melewati penilaian resmi pemerintah.
Bagi mahasiswa Fakultas Teknik Informatika dan Ilmu Komputer seperti saya, fasilitas laboratorium komputer dan koneksi internet kampus menjadi kebutuhan sehari-hari, mengingat sebagian besar tugas dan praktikum memang berbasis teknologi. Dosen-dosen di program studi saya juga cukup terbuka untuk berdiskusi di luar jam kuliah, baik soal materi maupun rencana setelah lulus.
Tentu, kuliah di kampus besar seperti UNPAM punya tantangannya sendiri — dari antrean panjang saat pendaftaran ulang sampai harus berbagi ruang kelas dengan ratusan mahasiswa lain dalam jadwal yang padat. Namun di balik itu semua, ada rasa bangga tersendiri menjadi bagian dari komunitas besar yang terus berkembang, sekaligus motivasi untuk tidak sekadar menjadi “satu dari puluhan ribu”, tetapi benar-benar memanfaatkan kesempatan belajar yang ada.
Ucapan Terima Kasih : Penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh civitas akademika Universitas Pamulang, khususnya dosen dan staf Program Studi Ilmu Komputer Fakultas Teknik Informatika, serta rekan-rekan mahasiswa yang telah memberikan ilmu, bimbingan, dan pengalaman berharga selama menjalani masa kuliah di kampus ini.
