Penulis : Dika Handika, Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Pamulang

     Kecerdasan buatan (AI) dan teknologi terkait semakin lazim dalam bisnis dan masyarakat, dan mulai diterapkan pada perawatan kesehatan. Teknologi ini memiliki potensi untuk mengubah banyak aspek perawatan pasien, serta proses administrasi dalam organisasi penyedia, pembayar, dan farmasi.

     Sudah ada sejumlah studi penelitian yang menunjukkan bahwa AI dapat berkinerja sebaik atau lebih baik daripada manusia dalam tugas-tugas kesehatan utama, seperti mendiagnosis penyakit. Saat ini, algoritme telah mengungguli ahli radiologi dalam mendeteksi tumor ganas, dan memandu para peneliti tentang cara membangun kohort untuk uji klinis yang mahal. Namun, karena berbagai alasan, kami percaya bahwa perlu waktu bertahun-tahun sebelum AI menggantikan manusia untuk domain proses medis yang luas. Dalam artikel ini, kami menjelaskan potensi yang ditawarkan AI untuk mengotomatiskan aspek perawatan dan beberapa hambatan untuk penerapan AI yang cepat dalam perawatan kesehatan.

Jenis AI yang relevan dengan perawatan kesehatan

Gambar 1. Kecerdasan Buatan

Sumber gambar : https://www.istockphoto.com/photo/doctor-holding-hand-on-touch-screen-to-calling-digital-patient-data-from-server-gm1059968064-283329864

     Kecerdasan buatan bukanlah satu teknologi, melainkan kumpulan dari teknologi tersebut. Sebagian besar teknologi ini memiliki relevansi langsung dengan bidang perawatan kesehatan, tetapi proses dan tugas spesifik yang didukungnya sangat bervariasi. Beberapa teknologi AI tertentu yang sangat penting untuk perawatan kesehatan :

  1. Pembelajaran mesin – jaringan saraf dan pembelajaran mendalam.
  2. Sistem pakar berbasis aturan.
  3. Robot Fisik
  4. Otomatisasi proses robotik

     Tampaknya juga semakin jelas bahwa sistem AI tidak akan menggantikan dokter manusia dalam skala besar, melainkan akan meningkatkan upaya mereka untuk merawat pasien. Seiring waktu, dokter manusia dapat bergerak ke arah tugas dan desain pekerjaan yang memanfaatkan keterampilan manusia yang unik seperti empati, persuasi, dan integrasi gambaran besar. Mungkin satu-satunya penyedia layanan kesehatan yang akan kehilangan pekerjaan dari waktu ke waktu adalah mereka yang menolak untuk bekerja sama dengan kecerdasan buatan.

Cantumkan referensi tulisan anda :

  1. Deloitte Insights State of AI in the enterprise. Deloitte, 2018. www2.deloitte.com/content/dam/insights/us/articles/4780_State-of-AI-in-the-enterprise/AICognitiveSurvey2018_Infographic.pdf. [Google Scholar]
  2. Lee SI, Celik S, Logsdon BA, et al. A machine learning approach to integrate big data for precision medicine in acute myeloid ­leukemia. Nat Commun 2018;9:42. [PMC free article] [PubMed] [Google Scholar]
  3. Sordo M. Introduction to neural networks in healthcare. OpenClinical, 2002. www.openclinical.org/docs/int/neuralnetworks011.pdf [Google Scholar]

Note : Penulis bertanggung jawab atas semua isi tulisannya

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *