Nama Penulis: Rizky Fauzi, Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Pamulang

“Kecerdasan buatan memiliki hubungan yang sama dengan kecerdasan seperti halnya bunga buatan dengan bunga” (David Parnas)

Peran teknologi dengan kecerdasan buatan(AI) dapat kita rasakan di masa sekarang dan dapat memudahkan berbagai fungsi pekerjaan, termasuk di bidang pendidikan.

Penerapan kecerdasan pada bidang pendidikan salah satunya adalah smart classroom. Smart classroom saat ini menjadi salah satu opsi pembelajaran di sekolah. Smart class room sebagai upaya meningkatkan fasilitas sekolah selama pandemi covid19 dan menjaga efektivitas pembelajaran siswa tanpa tatap muka langsung. Adanya smart classroom adalah suatu jawaban bahwa saat ini era digital, mau tidak mau sekolah-sekolah harus punya hal yang semacam ini. Dengan adanya smart classroom kegiatan belajar siswa lebih interaktif. Sebab, sekarang para guru dituntut untuk terus berinovasi dan dengan smart classroom tentu saja tenaga pendidik di masa sekarang atau masa depan perlu menerapkan serta memperhatikan kebutuhan siswa-siswa sekarang

 Keunggulan smart classroom, dapat menjadikan kegiatan belajar siswa lebih interaktif. Materi-materi yang telah disampaikan sebagai bahan pembelajaran bisa disimpan dan bisa diputar lagi suatu saat karena bisa disimpan dengan dimudahkan menggunakan aplikasi-aplikasi yang memudahkan supporting untuk kegiatan pendidikan ada di dalam di smart tv. Konsep pembelajaran tersebut menjadi salah satu alternatif dalam menayangkan konten pembelajaran dengan mudah. Berbagai fitur baru juga dapat kita pelajari dengan berbagai metode pembelajaran terbaru seperti kolaborasi berbagi ilmu dan sebagainya. Lalu dapat menghemat listrik di sekolah juga.

Proses belajar yang formal/informal dapat dilakukan menggunakan smart classroom. secara ringkas, komponen dalam e-learning mencakup: Perangkat keras, Infrastruktur/jaringan, Perangkat lunak, Materi, strategi interaksi, subjek (Guru, murid, dll). Adapun untuk menyiapkan smart classroom untuk sekolah  setidaknya perlu disiapkan, ditunjang dan dikelola oleh tim yang paham dan kompeten pada bidang tersebut diantaranya terdiri dari:

1. Subject Matter Expert (SME) Guru/instruktur pembelajaran.

2. Instructional Designer (ID). Bertugas untuk secara sistematis mendesain materi dari SME menjadi materi e-learning dengan memasukkan unsur pedagogi dan metode yang relevan agar materi menjadi lebih interaktif, menarik dan mudah dipelajari.

3. Graphic Designer (GD). Bertugas mengubah materi dari text/konsep menjadi bentuk grafis/visual dengan memadukan gambar, warna, dan layout yang enak dipandang, menarik dan mudah dipahami.

4. Ahli bidang Learning Management System (LMS). Mengelola sistem di website yang mengatur lalu lintas interaksi antara instruktur dengan siswa, antarsiswa dengan siswa lainnya. Jikalau Sekolah/Institusi Anda belum mampu menyiapkan SDM seperti yang ada di atas, setidaknya beberapa keahlian di atas bisa dikerjakan oleh orang yang sama.

Referensi Tulisan:

Saefudin Sa’ud, Udin (2021). Mengadopsi Smart Classroom untuk Pembelajaran abad 21. Bandung: Lenovo Indonesia.

KMTek (2021). Teknologi Kecerdasan Buatan (AI).

Savira Wahda Sofyana (2022). Smart Classroom, Jadi Solusi Belajar Yang Mudah Di Era Digital. Tuban: blokTuban.com

Note : Penulis bertanggung jawab atas semua isi tulisannya

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *