TANGERANG SELATAN, BANTEN (1 Juni 2026) – Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor manufaktur pangan kini didorong untuk segera beradaptasi dengan teknologi analitik agar mampu bersaing di pasar yang dinamis. Menjawab tantangan tersebut, tiga mahasiswa Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Pamulang (UNPAM) sukses merancang dan mengimplementasikan Dashboard Data Business Intelligence (BI) di Vanisha Bakery.

Tim pengembang yang terdiri dari Mohammad Suhendy, Asep Awaludin, dan Rusli Kurniawan ini mengembangkan sistem berbasis web di bawah bimbingan akademis Dosen Farizi Ilham, S.Kom., M.Kom. Inovasi teknologi ini hadir sebagai solusi atas permasalahan tata kelola data operasional yang selama ini menghambat laju pertumbuhan UMKM tersebut.

Berlokasi di Sawangan, Kota Depok, Vanisha Bakery bukanlah sekadar industri rumahan biasa. Perusahaan ini mampu memproduksi ribuan unit roti setiap harinya untuk didistribusikan secara luas melintasi wilayah Depok, Jakarta, Bekasi, hingga Karawang. Namun, tingginya volume produksi harian ini sempat memunculkan tantangan administratif yang berat. Sebelumnya, manajemen harus berkutat dengan tumpukan nota fisik dari puluhan mitra konsinyasi, catatan pesanan daring di buku tulis manual, hingga lembar administrasi terpisah untuk pasokan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Metode pencatatan manual ini membuat data transaksi menjadi sangat terfragmentasi. Pemilik usaha harus melakukan rekapitulasi data menggunakan alat hitung manual yang memakan waktu dua hingga tiga hari kerja hanya untuk menyusun laporan evaluasi mingguan. Risiko kesalahan manusia (human error) yang tinggi akibat perhitungan manual ini tidak jarang menyebabkan ketidaksesuaian laporan keuangan dan menghambat pengambilan keputusan secara cepat (real-time).

Melihat urgensi tersebut, tim mahasiswa UNPAM membangun platform digital terpusat menggunakan framework Laravel dan basis data MySQL melalui metodologi Waterfall. Sistem yang dirancang secara khusus ini berhasil mengintegrasikan ketiga jalur distribusi utama Vanisha Bakery—konsinyasi, pesanan daring, dan program MBG—ke dalam satu dashboard analitik terpadu.

Perubahan metrik kinerja yang dihasilkan sangat terukur. Melalui Dashboard Business Intelligence ini, waktu rekapitulasi yang tadinya memakan waktu berhari-hari kini terpangkas menjadi hitungan detik. Sistem ini dilengkapi dengan fitur visualisasi tren penjualan interaktif, filter waktu yang dinamis, kapabilitas drill-down untuk menelusuri detail transaksi dari ringkasan grafik, serta penyajian Indikator Kinerja Utama (KPI) secara terotomatisasi.

Lebih dari sekadar alat pencatatan, sistem ini membantu Bapak Ahmad Padli selaku pemilik Vanisha Bakery untuk memetakan produk unggulan (best-seller) di masing-masing wilayah. Dashboard ini juga menyediakan fitur pembaruan data terjadwal (scheduled refresh) serta fasilitas ekspor laporan berformat PDF dan PNG yang sangat krusial untuk memenuhi standar administrasi dan kepatuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah.

Mewakili tim pengembang, Rusli Kurniawan menjelaskan bahwa teknologi tingkat lanjut kini dapat diakses oleh siapa saja. “Implementasi Business Intelligence seringkali dianggap sebagai teknologi mahal yang eksklusif hanya untuk korporasi besar. Melalui Kerja Praktek ini, kami ingin membuktikan bahwa teknologi analitik berbasis data dapat diimplementasikan untuk memberdayakan UMKM lokal seperti Vanisha Bakery, menggeser tumpukan nota fisik menjadi insight bisnis yang canggih.”

Inovasi ini tidak hanya menjadi bukti nyata kontribusi institusi pendidikan terhadap masyarakat, tetapi juga dirancang untuk menjadi model transformasi digital yang dapat direplikasi oleh para pelaku UMKM manufaktur makanan di seluruh Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *