Tasya Amelia, Alif Putrawan, Muhammad Hafizh Shalahudin, Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Pamulang

asya Amelia, Alif Putrawan, Muhammad Hafizh Shalahudin, Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Pamulang

Tiga mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang (Unpam), yaitu Tasya Amelia, Alif Putrawan, dan Muhammad Hafizh Shalahudin, melaksanakan Kerja Praktik pada semester genap tahun ajaran 2025/2026 di SMK Bina Insani Cisauk, Kabupaten Tangerang. Selama kegiatan berlangsung, ketiganya merancang sebuah sistem informasi manajemen aset berbasis website yang diberi nama SIMA BICIS, sebagai solusi atas permasalahan pengelolaan aset sekolah yang selama ini masih dilakukan secara manual menggunakan buku catatan.

Kegiatan kerja praktek diawali dengan tahap observasi dan wawancara untuk menganalisis kebutuhan sistem. Pada tahap ini, mahasiswa melakukan pengamatan langsung terhadap proses pengelolaan aset yang berjalan di sekolah serta melakukan wawancara dengan pihak terkait guna memperoleh gambaran permasalahan secara menyeluruh. Hasil wawancara menunjukkan bahwa pencatatan aset selama ini dilakukan tanpa kode identifikasi atau label

khusus, laporan inventaris hanya dibuat setahun sekali, dan belum tersedia notifikasi jadwal pemeliharaan. “Saat ini aset belum ada pelabelan. Paling nama aja, misalkan satu unit komputer terus merk nya apa,” ujar Hadiyana Suryana, Operator Sekolah SMK Bina Insani Cisauk, saat sesi wawancara berlangsung.

Gambar 2. Sesi Wawancara

Setelah kebutuhan sistem teridentifikasi, kegiatan dilanjutkan dengan tahap perancangan atau desain aplikasi, mulai dari merancang struktur basis data, alur proses bisnis, hingga tampilan antarmuka pengguna agar mudah dioperasikan oleh petugas sekolah. Tahap berikutnya adalah implementasi sistem menggunakan framework Laravel dan basis data MySQL, mengikuti rancangan yang telah disusun sebelumnya. Pada tahap ini dikembangkan beberapa fitur utama, antara lain manajemen data aset, pelacakan mutasi atau perpindahan aset, kalkulator depresiasi otomatis, pemindaian QR Code, pengajuan pengadaan aset, laporan inventaris, serta notifikasi masa berlaku garansi dan jadwal pemeliharaan.

Setiap tahapan kegiatan dilakukan secara bertahap dan saling berkesinambungan, mulai dari observasi awal, analisis kebutuhan, perancangan desain, implementasi sistem, hingga pengujian terhadap fitur-fitur yang telah dibangun untuk memastikan sistem berjalan sesuai dengan kebutuhan sekolah.

Dengan adanya sistem ini, proses pencarian data aset yang sebelumnya memakan waktu lama karena harus membuka buku catatan satu per satu kini dapat dilakukan dengan lebih cepat. Petugas hanya perlu memindai QR Code yang tertempel pada setiap aset untuk mengetahui detail, kondisi, hingga riwayat perpindahannya. Melalui kegiatan kerja praktik ini, diharapkan pengelolaan aset di SMK Bina Insani Cisauk menjadi lebih akurat, transparan, dan efisien, sekaligus meminimalkan risiko kehilangan atau pencatatan aset yang tidak terdata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *