Penulis: Muhammad Gibran Soputra, Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Pamulang

Akhir-akhir ini dunia otomotif diramaikan dengan banyaknya produsen otomotif yang telah memproduksi mobil listrik. Pemerintah sangat mendukung untuk menciptakan kendaraan berbasis Energy Unit (Electric Vehicle) di Indonesia. Banyak keuntungan yang didapatkan terkait migrasi teknologi dari energi fosil ke energi listrik, salah satu dampaknya seperti menurunnya tingkat polusi dan juga sebagai energi alternatif akibat semakin menurunnya kuantitas bahan bakar fosil yang tersedia saat ini.

Salah satu cara dalam mengurangi pemakaian kendaraan berbahan bakar fosil ialah dengan beralih ke kendaraan berbasis listrik (KBL). Mobil listrik memiliki beberapa keunggulan dibandingkan kendaraan bermotor berbahan bakar fosil (fossil fueled-based vehicle), dan salah satu yang utama ialah tidak dihasilkannya gas buang sehingga tidak memberikan sumbangsih/kontribusi bagi pemanasan global (carbon footprint) di Indonesia.

Baterai yang berfungsi sebagai sumber energi utama merupakan dasar dari teknologi mobil listrik. Namun, saat ini yang lebih berkembang adalah penggunaan baterai dan bahan bakar minyak bersama-sama untuk bahan bakar sebuah kendaraan. Konsep ini lebih dikenal dengan sebutan hibrid. Kita mengenal dua jenis utama dari mobil listrik yaitu Battery Electric Vehicle (BEV) dan Plug-in Hibrid Electric Vehicle (PHEV).

Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa pemerintah Indonesia sangat berkomitmen untuk peralihan kendaraan konvensional ke KBL disebabkan oleh teknologi energi terbaru transportasi untuk mengantisipasi proyeksi permintaan bahan bakar minyak yang semakin lama semakin besar dengan diterbitkannya Perpres No. 55/2019 tentang Percepatan Program KBL Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan. Namun, teknologi seperti radar, lidar, ultrasonik, kamera, dan lain sebagainya, untuk mengetahui objek yang ada di sekitar mobil yang dapat diintegrasikan dengan perangkat lunak (software) yang tertanam pada sistem cerdas masih sangat minim dijumpai di Indonesia dan juga dapat menggantikan posisi manusia sebagai pengendali dan menjadikan kendaraan otomatis (autonomous vehicle).

Referensi :

  • Sejarah Perkembangan Mobil Listrik Saat Ini, Tersedia di Internet www.speedwork.id/sejarah_perkembangan_mobil_listrik_saat_ini.html
  • Perkembangan Jumlah Kendaraan Bermotor Menurut Jenis, 1949-2018, Tersedia di Internet : https://www.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/1133
  • T. Markel dan A. Simpson “Cost-Benefit Analysis of Plug-in Kendaraan Teknologi Hibrid Listrik,” International Electric Vehicle Symposium, Yokohama, Jepang. Oktober 2006.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *