Evan Aulia Putra1, Mersyaluna Adelia Hermawan2, Olivia Putri Noah3, Priyamesta Ganesia Manopo4, Putri Azizah Yazri5, Sindi Eriska6, Siti Nurhaliza7, Stevenko Waltrendi Yosodiki8, Tracy Yohana9 Universitas Pamulang, Indonesia
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dilaksanakan di SMKN 8 Kota Tangerang Selatan yang beralamat pada Jl. H. Jamat Gg. Rais RT.002/RW.004, Kel. Buaran, Kec. Serpong Kota Tangerang Selatan, Prov. Banten, dengan cara sosialisasi dan penyuluhan untuk siswa. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperjelas pemahaman dan meningkatkan kesadaran para peserta mengenai materi “Kenali Bullying Lebih Dekat: Mengapa Pelaku Melakukan dan Bagaimana Kita Menghentikannya”. Aktivitas ini dilakukan secara tatap muka dengan menggunakan presentasi interaktif sehingga peserta bisa memahami materi dengan lebih baik dan komunikatif.
Proses pelaksanaan dibuka dengan tahap persiapan, yaitu berkoordinasi dengan pihak sekolah tentang waktu, lokasi, dan teknis kegiatan. Selain itu, tim pengabdian juga mempersiapkan materi presentasi, alat bantu belajar: laptop dan infokus atau proyektor, serta agenda acara agar semua berjalan dengan lancar dan terarah.
Kegiatan PKM dihadiri oleh 28 peserta yang merupakan siswa dari SMKN 8 Kota Tangerang Selatan. Kegiatan diawali dengan pembukaan yang mencakup sambutan, doa bersama dan penjelasan mengenai tujuan kegiatan PKM.
| Sambutan Dari Ketua PKM |
Selanjutnya, tim pengabdi menyampaikan materi sosialisasi dengan menggunakan metode presentasi berbasis power point agar informasi lebih mudah diterima oleh peserta.
| Pemateri |
| Pemateri |
Setelah materi disampaikan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab untuk menciptakan interaksi antara pemateri dan peserta. Pada sesi ini, peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan atau memberikan pendapat mengenai materi yang telah disampaikan. Untuk mendorong semangat dan keterlibatan peserta, acara ditutup dengan sesi pembagian hadiah bagi peserta yang aktif selama kegiatan dan juga pembagian konsumsi untuk seluruh peserta.
| Peserta Yang Pemberi Pertanyaan | Peserta Yang Menjawab Pertanyaan |
Bagian akhir dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah tahap evaluasi kegiatan. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta terhadap materi sosialisasi yang telah disampaikan serta menilai efektivitas pelaksanaan kegiatan secara keseluruhan. Dalam tahap ini, peserta diberikan kuisioner yang berisi beberapa pertanyaan terkait materi bullying, dampak bullying, serta upaya pencegahan yang dapat dilakukan di lingkungan sekolah. Pengisian kuisioner dilakukan secara langsung oleh peserta dengan pendampingan dari tim pengabdi agar proses pengisian berjalan tertib dan sesuai dengan tujuan evaluasi kegiatan.
Melalui kegiatan evaluasi tersebut, tim pengabdi dapat mengetahui sejauh mana peningkatan pemahaman dan kesadaran peserta setelah mengikuti sosialisasi anti bullying. Selain itu, hasil kuisioner juga menjadi bahan penilaian bagi tim pengabdi untuk melihat respon, antusiasme, serta keterlibatan peserta selama kegiatan berlangsung. Kegiatan evaluasi ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai keberhasilan program sosialisasi dalam meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan bullying.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan, acara ditutup dengan sesi dokumentasi berupa foto bersama antara tim pengabdi dan seluruh peserta. Dokumentasi foto bersama dilakukan sebagai bentuk penutup kegiatan PKM sekaligus menjadi bukti pelaksanaan kegiatan yang telah berlangsung dengan baik dan lancar. Selain itu, kegiatan foto bersama juga mencerminkan adanya kebersamaan, partisipasi aktif, serta antusiasme peserta selama mengikuti kegiatan sosialisasi dari awal hingga akhir acara.

Dampak bullying tidak hanya dirasakan oleh korban, tetapi juga memberikan pengaruh buruk bagi pelakunya. Pelaku bullying umumnya memiliki rasa empati yang rendah dalam berinteraksi sosial. Selain itu, perilaku mereka cenderung tidak terkendali, seperti bersikap agresif, hiperaktif, dan kurang mampu menjalin hubungan sosial yang sehat dengan lingkungan sekitar. Pelaku bullying juga berisiko mengalami gangguan kesehatan mental, seperti masalah emosional, kecemasan, hingga kecenderungan perilaku antisosial.
Sementara itu, korban bullying sering mengalami kekerasan baik secara fisik maupun verbal yang dapat menimbulkan trauma berkepanjangan. Dampaknya tidak hanya pada kondisi psikologis, tetapi juga pada prestasi akademik yang menurun. Korban biasanya menjadi tertutup, merasa terasing dari lingkungan sosial, kehilangan teman dekat, hubungan dengan orang tua menjadi kurang baik, serta mengalami penurunan kesehatan mental. Dalam kondisi yang lebih parah, bullying dapat menyebabkan depresi bahkan memicu keinginan untuk bunuh diri.
Menurut Douglas Vanderbilt dan Marilyn Augustyn, pelaku bullying sering mengalami tekanan psikologis yang tinggi, gangguan kecemasan, depresi, serta berbagai masalah sosial yang mengarah pada kepribadian antisosial. Dari pendapat tersebut dapat dipahami bahwa bullying membawa dampak negatif, baik bagi korban maupun pelakunya. Oleh karena itu, tindakan bullying tidak dapat dibenarkan dalam bentuk apa pun, terutama jika terjadi pada anak-anak. Pada masa pertumbuhan, anak seharusnya merasakan lingkungan yang aman, nyaman, dan menyenangkan, bukan justru tekanan yang dapat meninggalkan luka batin serta trauma mendalam hingga memengaruhi masa depan mereka.
