Uliyatunisa, S. Kom., M. Kom. Kasih, S. Pd., M. Pd.Ir. Bodi Santoso, M.T. Selaku Dosen Program Studi Teknik Informatika S-1 Fakultas Ilmu Komputer Universitas Pamulang

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), pemanfaatan teknologi yang bijak dan beretika menjadi hal krusial bagi generasi muda. Menjawab tantangan tersebut, tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) sukses menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Pelatihan Pemanfaatan Dan Etika Penggunaan Chatbot Dalam Lingkungan Belajar Siswa SMP Di Era Digital”.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 19 Maret 2026, bertempat di Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) Cahaya Kasih. Program ini diinisiasi oleh Uliyatunisa, S.Kom., M.Kom., selaku Ketua PKM, dengan tujuan untuk membekali para siswa tingkat SMP agar mampu menggunakan teknologi chatbot (seperti ChatGPT, Claude, dan sejenisnya) secara optimal demi mendukung proses belajar, namun tetap menjunjung tinggi etika akademik.

“Teknologi seperti chatbot adalah realitas era digital yang tidak bisa kita hindari. Melalui PKM ini, kami ingin memastikan anak-anak kita di TPA Cahaya Kasih tidak hanya menjadi pengguna yang cerdas secara teknis, tetapi juga bijak dan bertanggung jawab secara moral,” ujar Uliyatunisa, S.Kom., M.Kom. dalam sambutannya.

Sinergi Teknologi dan Etika Belajar

Pelatihan yang berlangsung interaktif ini menghadirkan dua narasumber yang ahli di bidangnya untuk memberikan pemahaman yang komprehensif dari sudut pandang edukasi maupun teknis:

  • Kasih, S.Pd., M.Pd. (Pakar Edukasi) Dalam paparannya, Beliau menekankan pentingnya etika akademik dalam penggunaan AI. Siswa diajarkan bahwa chatbot sejatinya adalah “asisten belajar”, bukan alat untuk menyontek atau melakukan plagiarisme. Beliau memberikan panduan bagaimana AI bisa digunakan untuk memicu kreativitas, mencari referensi belajar, dan memahami materi pelajaran yang sulit dengan cara yang benar.
  • Ir. Bodi Santoso, M.T. (Pakar Teknologi Informasi) Beliau memberikan simulasi praktis mengenai cara kerja chatbot dan bagaimana memberikan instruksi (prompt) yang efektif dan aman. Siswa diajak mengenali batasan AI, termasuk risiko misinformasi (halusinasi AI) serta pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi saat berinteraksi dengan platform digital.

Antusiasme Peserta dan Dampak Positif

Para siswa SMP di TPA Cahaya Kasih tampak sangat antusias mengikuti sesi praktik langsung menggunakan gawai mereka. Mereka belajar memformulasikan pertanyaan untuk tugas sekolah, mulai dari matematika hingga bahasa, dengan pengawasan langsung dari tim PKM.

Melalui pelatihan ini, diharapkan para siswa tidak hanya siap menghadapi tantangan digitalisasi, tetapi juga tumbuh menjadi generasi digital yang berintegritas. Pihak pengelola TPA Cahaya Kasih pun menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya kegiatan ini, berharap kolaborasi serupa dapat terus berlanjut di masa depan demi mencetak generasi muda yang unggul dalam IPTEK dan kokoh dalam IMTAK.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *