Saidatul Muauwanah, Darto Wendi Winata, Shanasha Aulia Dianthi , Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Pamulang
BOGOR — Transformasi digital bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kembali didorong oleh kalangan akademisi. Tiga mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang (UNPAM) berhasil mengimplementasikan sistem Dashboard Analisis Penjualan berbasis Business Intelligence (BI) untuk mendongkrak efisiensi bisnis di ‘Abah Orchid’, sebuah sentra budidaya tanaman hias di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.
Inovasi teknologi ini dikembangkan oleh Darto Wendi Winata, Saidatul Muauwanah, dan Shanasha Aulia Dianthi sebagai bagian dari realisasi program Kerja Praktek. Langkah digitalisasi ini lahir dari keresahan mitra UMKM. Sejak fokus beroperasi penuh pada tahun 2023, pengelola Abah Orchid masih mengandalkan pencatatan transaksi konvensional. Hal ini memicu kesulitan dalam memantau tren pendapatan makro dan mengelola ketersediaan stok secara presisi.
Untuk membangun sistem yang tepat sasaran, tim mahasiswa tidak sekadar melakukan perancangan sistem di balik meja. Mereka terjun langsung ke lokasi perkebunan untuk melakukan observasi dan wawancara mendalam. “Kami memetakan alur bisnis dan kendala utama secara langsung di lapangan bersama pemilik usaha agar sistem yang dibangun benar-benar aplikatif dan menyelesaikan masalah nyata mitra,” ujar perwakilan tim mahasiswa.

Gambar 1. Observasi dan Wawancara terhadap owner
Tim mahasiswa UNPAM tengah melakukan wawancara dan observasi langsung dengan pemilik Abah Orchid di area budidaya anggrek, Gunung Sindur.
Hasil dari riset lapangan tersebut dieksekusi menjadi platform berbasis web bertajuk ‘Sistem Analisis Eksekutif’. Menggunakan MySQL sebagai basis data utama dan Microsoft Power BI untuk visualisasi analitik, platform ini dilengkapi fitur Multi-User Dashboard dengan pemisahan hak akses yang dinamis.
Pada halaman ‘Admin Panel’, staf atau petugas kebun dapat memasukkan data transaksi harian, mengontrol kapasitas ketersediaan bibit, serta menjadwalkan sinkronisasi operasional. Sementara itu, pada halaman ‘Pemilik Panel’, owner disuguhkan visualisasi interaktif berupa Line Chart dan Bar Chart. Melalui fitur ini, pemilik tidak hanya dapat membaca tren pendapatan mingguan secara real-time, tetapi juga melakukan forecasting (prediksi) penjualan komoditas anggrek di masa depan secara data-driven.
Penerapan teknologi Business Intelligence hasil karya mahasiswa UNPAM ini diharapkan mampu meminimalisasi risiko kelangkaan stok saat terjadi lonjakan permintaan pasar yang mendadak. Lebih jauh lagi, langkah digitalisasi yang diimplementasikan di Abah Orchid ini diharapkan mampu menjadi role model atau percontohan bagi pelaku usaha tanaman hias lainnya dalam mengambil keputusan bisnis yang lebih cepat, akurat, dan terukur di era modern.Keberhasilan pengembangan Dashboard Business Intelligence ini tidak lepas dari dedikasi dan kerja keras tim pelaksana. Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Darto Wendi Winata, Saidatul Muauwanah, dan Shanasha Aulia Dianthi. Sinergi yang solid dari seluruh anggota tim, mulai dari tahap observasi lapangan hingga penyelesaian berbagai issue teknis sistem, telah mewujudkan solusi digital yang berdampak nyata bagi mitra UMKM.
