
TANGERANG SELATAN — Transformasi digital bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus didorong oleh berbagai pihak, termasuk dari kalangan akademisi. Sebagai bentuk implementasi ilmu pengetahuan dan wujud pengabdian, Muhamad Marseal, mahasiswa semester 6 Program Studi Teknik Informatika Universitas Pamulang (UNPAM), sukses mengembangkan dan mengimplementasikan aplikasi manajemen keuangan berbasis digital bernama “Kantin Dinda Ledger”. (SIAPA & APA)
Kegiatan implementasi program Kerja Praktek (KP) ini dilaksanakan di Kantin Dinda yang berlokasi di area Gedung Ventura pada bulan Juni 2026. (DIMANA & KAPAN)
Pengembangan sistem ini dilatarbelakangi oleh proses pencatatan arus kas di Kantin Dinda yang sebelumnya masih dilakukan secara konvensional menggunakan buku manual. Metode tersebut rentan terhadap risiko kehilangan data, kesalahan perhitungan (human error), serta menyulitkan pemilik kantin, Ibu Injainah, dalam memantau rekapitulasi laba dan rugi harian secara efisien dan akurat. (MENGAPA)

Untuk menjawab permasalahan tersebut, aplikasi “Kantin Dinda Ledger” dirancang khusus dengan pendekatan antarmuka yang sangat ramah pengguna (user-friendly). Sistem ini dibangun menggunakan teknologi Progressive Web App (PWA) yang memungkinkan aplikasi diakses secara responsif langsung melalui perangkat seluler pemilik kantin tanpa perlu proses instalasi yang rumit.
Proses implementasi berjalan melalui beberapa tahap. Dimulai dari observasi dan analisis kebutuhan pengguna, perancangan basis data dan antarmuka, hingga tahap pengkodean dan pengujian kelayakan. Setelah sistem siap, kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan dan pelatihan secara langsung kepada pemilik kantin agar dapat mengoperasikan fitur-fitur utama seperti pencatatan pemasukan, pengeluaran, hingga pengunduhan rekap laporan keuangan bulanan. (BAGAIMANA)

“Dengan adanya sistem informasi manajemen keuangan ini, proses pembukuan harian menjadi jauh lebih praktis. Aplikasi ini dirancang agar pemilik kantin tidak perlu lagi menghitung rekapitulasi secara manual di akhir hari, melainkan sistem yang akan mengkalkulasi dan menyajikan laporan laba bersih secara otomatis secara real-time,” ujar perwakilan pelaksana.
Kehadiran inovasi ini disambut baik oleh pihak pengelola kantin. Melalui integrasi teknologi yang tepat sasaran, diharapkan operasional Kantin Dinda di Gedung Ventura dapat berjalan lebih tertata, transparan, dan mampu menjadi percontohan bagi digitalisasi UMKM lainnya di masa mendatang.
