Muhammad Fikri Reazandi, Arifin Ramadhan, & Muhamad Aditya Sya’bana (Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Pamulang)
TANGERANG (19/6) – Di tengah hiruk-pikuk Jl. Ciledug Raya, Kreo Selatan, Kota Tangerang, terdapat sebuah toko material yang telah menjadi saksi bisu pembangunan wilayah Larangan selama lebih dari empat dekade. Toko Besi “Serta Guna”, yang berdiri sejak tahun 1980, adalah usaha keluarga yang kini dikelola oleh generasi kedua, Dadang .
Selama puluhan tahun, denyut nadi perdagangan baja di toko ini selalu diiringi suara gesekan pena di atas buku catatan tebal. Namun, hari-hari itu kini mulai berakhir. Toko legendaris ini resmi melangkah masuk ke era digital berkat sentuhan inovatif tiga mahasiswa Teknik Informatika Universitas Pamulang (UNPAM).

(Toko Besi “Serta Guna” yang telah berdiri sejak 1980 di kawasan Larangan, Tangerang, kini mulai bertransformasi meninggalkan pencatatan manual.)
Pusingnya Mengatur Ribuan Batang Besi
Mengelola ribuan material baja seperti besi beton SNI, wiremesh, hingga atap PVC bukanlah perkara mudah. Dadang mengaku, selama ini ia dan timnya harus mengandalkan kombinasi pembukuan manual dan Microsoft Excel yang belum terintegrasi satu sama lain.
Pemilik menuturkan, memantau stok secara real-time atau mengecek riwayat barang masuk dan keluar dengan cepat cukup memakan waktu dan rentan selisih. Kondisi ini kerap menyulitkan operasional harian toko.
Kondisi ini memantik perhatian Muhammad Fikri, Arifin, dan Aditya. Ketiga mahasiswa S1 Teknik Informatika UNPAM ini tidak sekadar datang untuk menggugurkan kewajiban Kerja Praktik (KP). Mereka datang dengan satu misi: membawa efisiensi ke jantung operasional toko.

(Mahasiswa UNPAM berdiskusi dengan Pemilik untuk memetakan masalah pencatatan stok yang selama ini menghambat operasional toko.)
Membawa Teknologi “Awan” ke Gudang Besi
Alih-alih membuat aplikasi kasir biasa, ketiga mahasiswa ini merancang Sistem Informasi Inventaris Gudang berbasis web dengan standar teknologi perusahaan rintisan (startup) modern.
Mereka menggunakan teknologi komputasi awan (cloud) yang memungkinkan data toko tersimpan aman di internet. Hasilnya, sistem ini tidak membutuhkan server komputer mahal di dalam toko dan bisa diakses dari mana saja.
“Kita bangun sistem dengan ‘kunci akses digital’. Jadi ada hak akses berbeda untuk Pemilik, Admin, dan Staf Gudang. Kalau stok kawat bendrat atau besi kolom menipis di bawah lima unit, sistem otomatis mengirim peringatan ke ponsel. Pemilik tidak perlu lagi turun ke gudang hanya untuk mengecek barang yang mau habis,” jelas Fikri mewakili timnya.

(Demonstrasi dashboard analitik berbasis web yang menampilkan grafik penjualan dan peringatan stok barang secara real-time kepada pemilik toko.)
Tutup Buku Kini Hanya Butuh Beberapa Klik
Perubahan paling signifikan terasa saat proses tutup buku dan evaluasi penjualan. Jika sebelumnya merekap data dari buku ke Excel bisa memakan waktu berjam-jam, kini fitur laporan otomatis memungkinkan data transaksi diekspor hanya dalam hitungan detik.
Data stok yang akurat juga membuat tim pemasaran toko tidak lagi menjanjikan barang kepada pelanggan proyek ketika fisiknya ternyata sedang kosong di gudang. Fokus utama yang diharapkan oleh Pemilik—yaitu efisiensi pengelolaan barang—kini terjawab sudah.
Wajah Baru Pengabdian Masyarakat
Kisah kolaborasi lintas generasi ini adalah bukti nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Mahasiswa tidak hanya jago merangkai kode di balik layar, tetapi juga peka terhadap permasalahan riil UMKM di masyarakat.
Kini, di antara tumpukan besi beton dan suara truk bongkar muat, buku catatan tebal itu perlahan mulai berdebu di sudut meja. Ia digantikan oleh layar smartphone yang menampilkan data stok secara real-time—sebuah lompatan besar bagi sebuah usaha keluarga yang telah bertahan selama lebih dari empat dekade.
